Selasa, 02 Apr 2019 19:30 WIB

Hati-hati, Hipertensi Bisa Mengarah ke Gagal Jantung

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Hipertensi sebabkan gagal jantung? Foto: Thinkstock Hipertensi sebabkan gagal jantung? Foto: Thinkstock
Jakarta - Gagal jantung adalah kondisi di mana pompa jantung melemah, sehingga tidak mampu mengalirkan darah yang cukup ke seluruh tubuh. Penyebabnya banyak, bisa dikarenakan jantung koroner, aritmia (detak jantung tidak beraturan), atau hipertensi yang tidak terkontrol.

"Penyebab gagal jantung memang banyak, tapi sebenarnya banyak yang bisa kita cegah salah satunya hipertensi atau tekanan darah tinggi," jelas dr Dr Dicky Armein Hanafy, SpJP (K) FIHA, di sela acara Press Conference Inovasi Alat Pacu Jantung Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung, di RS Columbia Asia, Pulo Mas.

Beberapa penyakit yang tidak diobati dengan baik bisa mengarah pada gagal jantung antara lain jantung koroner, kelainan katup atau jantung bawaan, kelainan irama jantung, atau penyakit paru juga bisa menyebabkan gagal jantung. Selain itu, ada juga kelainan otot jantung atau peradangan di otot jantung.


"Penyakit otot jantung ini sering disebabkan hipertensi walaupun memang ada faktor bawaan genetik, alkohol juga," jelas dr Dicky.

Prof Dr dr Yoga Yuniadi, SpJP(K), Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam kesempatan yang sama pun mengingatkan untuk selalu mengecek tensi agar selalu berada pada angka yang normal. Apalagi, hipertensi sekali tidak menimbulkan gejala pada banyak orang.

"Seringkali hipertensi itu tidak menimbulkan gejala, hanya beberapa orang yang bisa merasakan tanda tensinya naik, misalnya dia jadi pusing. Tapi biasanya tidak ada keluhan," ujarnya.

Secara garis besar, penyebab terbesar gagal jantung ialah penyakit jantung koroner yang menempati 60-75 persen, hipertensi sebanyak 75 persen, penyakit katup 10 persen, dan untuk sebab lain sebanyak 10 persen.

Kembali, dr Dicky menjelaskan bahwa angka hipertensi di Indonesia mencapai 34.1 persen, di mana 45.6 persen pasien tidak minum obat secara rutin.

"Kondisi hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan jantung menjadi terlalu kaku atau terlalu lemah untuk memompa darah ke seluruh tubuh," tuturnya

(ask/up)
News Feed