Rabu, 03 Apr 2019 07:15 WIB

Golongan Darah Paling Umum dan Paling Jarang di Dunia, Kamu yang Mana?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi golongan darah. Foto: Instagram/bloodtypepersonality Ilustrasi golongan darah. Foto: Instagram/bloodtypepersonality
Jakarta - Palang Merah Amerika Serikat (American Red Cross) telah membagi golongan darah paling umum dan paling jarang. Golongan darah ini dibagi menurut etnis.

Dikutip dari Live Science, berikut pembagian tersebut antara lain:

O-positif:
Afrika-Amerika : 47 persen
Asia : 39 persen
Kaukasian : 37 persen
Latin-Amerika : 53 persen

O-negatif:
Afrika-Amerika : 4 persen
Asia : 1 persen
Kaukasian : 8 persen
Latin-Amerika : 4 persen

A-positif:
Afrika-Amerika : 24 persen
Asia : 27 persen
Kaukasian : 33 persen
Latin-Amerika : 29 persen


A-negatif:
Afrika-Amerika : 2 persen
Asia : 0,5 persen
Kaukasian : 7 persen
Latin-Amerika : 2 persen

B-positif:
Afrika-Amerika : 18 persen
Asia : 25 persen
Kaukasian : 7 persen
Latin-Amerika : 9 persen

B-negatif:
Afrika-Amerika : 1 persen
Asia : 0,4 persen
Kaukasian : 2 persen
Latin-Amerika : 1 persen

AB-positif:
Afrika-Amerika : 4 persen
Asia : 7 persen
Kaukasian : 3 persen
Latin-Amerika : 2 persen

AB-negatif:
Afrika-Amerika : 0,3 persen
Asia : 0,1 persen
Kaukasian : 1 persen
Latin-Amerika : 0,2 persen

Golongan darah seseorang ditentukan apakah seseorang memiliki protein tertentu bernama antigen di permukaan sel darah merahnya. Dua antigen utama yang digunakan untuk menggolongkan darah disebut 'antigen A' dan 'antigen B'.

Misalnya, orang dengan golongan darah A hanya memiliki antigen A di dalam sel darah merah mereka, dan orang golongan darah B hanya memiliki antigen B. Sementara golongan darah AB memiliki keduanya, dan golongan darah O tak memiliki keduanya.

Protein lainnya yakni faktor Rh atau diketahui sebagai sistem Rhesus, juga bisa ada atau tidak ada dalam sel darah merah. Seseorang disebut memiliki Rhesus positif apabila mereka memiliki protein tersebut, dan negatif juga tidak memilikinya.

(frp/up)