Rabu, 10 Apr 2019 09:08 WIB

Gadis Ini Idap Gangguan Mental, Bikin Ia Cabuti Rambut Sendiri

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi wanita mencabuti rambutnya sendiri. Foto: Thinkstock
Jakarta - Claire Jenna Ory (24) memiliki kebiasaan aneh mencabuti rambutnya sendiri, baik di kepala maupun di bagian-bagian tubuhnya. Kebiasaan ini telah ia miliki sejak berusia 9 tahun, disebut trikotilomania.

Trikotilomania, menurut National Health Service, adalah gangguan mental di mana seseorang mengalami keinginan yang sangat kuat untuk menarik rambutnya agar merasa lega.

"Kondisi ini mirip seperti kecanduan. Seperti merokok, yang merupakan kebutuhan dan terasa lega saat kamu sudah melakukannya," kata Claire, dikutip dari Metro.

Claire tumbuh besar tanpa dukungan atas kondisinya. Ia merasa stres di sekolah yang memicu kebiasaan tersebut. Sayangnya tak ada yang mengerti mengenai kondisinya atau bahkan diagnosisnya, apalagi Claire sendiri.

Kebiasaan tersebut meninggalkan botak di sebagian kepala kanannya. Pada akhirnya ia harus mencukur seluruh rambutnya dan mengenakan wig. Sayang sekali, teman-teman di sekolahnya justru mem-bully dengan menarik-narik wignya dan menyebut dia 'Alien'.

"Aku jadi takut dengan orang-orang. Tidak bisa percaya dengan orang lain. (Walaupun) aku punya teman dan mereka jadi satu alasan tetap pergi ke sekolah. Tapi aku selalu berpikir, 'apakah orang itu akan mencoba mencari cara untuk melihatku botak?'" lanjut wanita asal Bristol, Inggris ini.

Di usia 13 tahun, ia sempat mencoba bunuh diri dua kali karena keadaan di sekolah. Namun sebelum sempat ia berhasil, ibunya lebih dulu bunuh diri setahun kemudian.



Perasaan takut bertemu orang ini terus-terusan menyiksanya, bahkan saat ia sudah bekerja sebagai contortionist atau manusia karet di sebuah sirkus. Ia takut wig yang ia pakai akan jatuh dan merusak pekerjaan yang menjadi passionnya tersebut.

Ia mencoba mengalihkan dengan mencabut rambut dari boneka, minum obat-obatan, hingga hipnoterapi. Sayangnya hal tersebut tidak berhasil, bahkan terapis yang ia datangi menyebut tak pernah mendapatkan pasien seperti dirinya.

Akhirnya ia memutuskan untuk menjalani transplantasi rambut. Sang ayah yang terus menjadi pendukung terbesarnya menawarkan untuk membayar prosedurnya yang berjumlah sekitar 10 ribu poundsterling atau setara dengan 184 juta rupiah.

Pada transplantasi tersebut, folikel di rambutnya akan ditanam ulang pada area-area botak agar mendorong rambutnya untuk kembali tumbuh.

"Aku sudah lupa rasanya punya rambut utuh. Aku sangat excited soal tranplantasinya. Soalnya tak perlu lagi khawatir wig akan lepas. Atau jika aku berkeringat berarti aku harus mencucinya selama tiga jam dan mengganti perekatnya. Itulah yang aku khawatirkan tiap harinya," tutup Claire.

(frp/up)