Senin, 15 Apr 2019 10:53 WIB

Studi: Stres Berat Tingkatkan Risiko Serangan Jantung Sebanyak 60 Persen

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Terlalu stres bisa menyebabkan serangan jantung. (Foto: Thinkstock) Terlalu stres bisa menyebabkan serangan jantung. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Banyak hal yang bisa memicu stres. Pekerjaan, di rumah, saat mengatur keuangan, bahkan saat berelasi dengan orang lain pun bisa memicu stres.

Selain bisa membuat produktivitas menjadi turun, stres juga mampu mengarah pada risiko kesehatan. Penelitian menunjukkan mereka yang tidak bisa mengatur tingkat stresnya dan mengalami stres berat berisiko terkena serangan jantung dan masalah kardiovaskular lainnya dalam jangka panjang.

Bukti yang paling terkini datang dari penelitian yang dilakukan oleh Unnur A Valdimarsdóttir dari the Karolinska Institute, Swedia. Studi ini melihat peningkatan risiko sebanyak 60 persen jika memiliki stres kronis.

"Jika berlangsung dalam jangka panjang maka peningkatannya bertambah sebanyak 30 persen," tuturnya dikutip dari NPR.

Penelitian baru ini cukup konsisten dengan studi lain yang sebelumnya telah dilakukan. Studi lainnya juga menunjukkan depresi, kecemasan dan stres meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.



Stres pasti dialami oleh semua orang, tetapi kapan dikatakan stres merupakan hal yang wajar atau sudah mengarah ke penyakit kronis?

Sebagian dari jawabannya tergantung dari bagaimana kita merespon stres dan pada persepsi otak tentang seberapa besar stres yang sedang dirasakan. Masalah akan terjadi ketika aktivasi pada otak tetap merespon adanya ancaman bahkan ketika tidak terjadi apapun.

"Ketika orang memiliki gangguan stres, sistem otak diaktifkan di semua waktu yang salah. Kamu bisa merespon kejadian dengan sangat berlebihan hanya dengan memikirkannya saja," tutur Simon Bacon dari Concordia University, yang mempelajari dampak gaya hidup pada penyakit kronis.

Jadi, karena tidak ada cara magis yang bisa menghilangkan stres, pilihan terbaik adalah memanajemen stres yang sedang dirasakan pada saat itu. Juga, makan makanan yang sehat akan berpengaruh pada penurunan tingkat stres.

Miliki hubungan yang baik dengan semua orang, pertahankan sikap yang baik, ambil waktu untuk diri sendiri dan juga berolahraga.



Simak Juga 'Mengusir Stres dan Tegang dengan Relaksasi dan Berendam di Air Panas':

[Gambas:Video 20detik]

Studi: Stres Berat Tingkatkan Risiko Serangan Jantung Sebanyak 60 Persen
(kna/up)
News Feed