Selasa, 16 Apr 2019 09:20 WIB

True Story

Aneh tapi Nyata, Wanita Ini Alergi dengan Suaminya Sendiri

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Wanita yang alergi suaminya sendiri. Foto: Ilustrasi/iStock Wanita yang alergi suaminya sendiri. Foto: Ilustrasi/iStock
Jakarta - Johanna Watkins punya kasus yang cukup menyiksa di mana ia alergi pada suaminya sendiri. Johanna mengaku sebelumnya mengalami reaksi alergi dengan banyak orang, namun khusus untuk Scott Watkins, reaksinya menjadi lebih parah.

BBC mengatakan Johanna Watkins dipicu oleh aroma suaminya, meskipun itu tidak menjadi masalah besar ketika mereka awal menikah -- saat itu kondisinya masih tidak begitu parah.

"Kita tidak bisa berada di ruangan yang sama karena aku alergi padanya," katanya.

"Sebelum ini aku telah bereaksi terhadap orang tuaku, kepada banyak orang, orang lain, tetapi itu mengerikan ketika dengan Scott."


Namun sedih, tubuhnya tidak memberi respon terhadap pengobatan dan ia menjadi mudah alergi terhadap hal apapun. Ia menjadi sangat membatasi berapa banyak makanan yang bisa dia makan dan mencegahnya meninggalkan ruang loteng dengan sistem udara yang disaring.

The Genetic and Rare Diseases Information Center of the U.S. National Institutes of Health menjelaskan bahwa dalam kelainan imunologis, subset sel darah putih yang disebut sel mast secara 'keliru' melepaskan terlalu banyak bahan kimia seperti histamin, zat peradangan yang digunakan tubuh untuk melawan musuh seperti virus.

Hasil dari kelebihan bahan kimia ini adalah beberapa gejala kronis yang melibatkan kulit, saluran pencernaan, jantung, pernapasan, dan sistem neurologis.

"Gejala-gejalanya termasuk episode sakit perut, kram, diare, merah-merah, gatal, mengi, batuk, sakit kepala ringan dan masalah potensial dengan 'kabut otak' atau kesulitan lain dengan ingatan," jelasnya, seperti dikutip dari Medical Daily.

Reaksi ini terjadi ketika kita alergi terhadap sesuatu. Tubuh kita hipersensitif terhadap zat yang tidak berbahaya dan mengidentifikasinya sebagai penyerbu, maka sistem kekebalan tubuh kita merespons dan melepaskan bahan kimia inflamasi tersebut.

Dalam kasus alergi parah syok anafilaksis, otot-otot organ dalam kita juga akan mengerut, tekanan darah turun, jalan napas menyempit, denyut nadi melemah, kita bisa menjadi pusing atau pingsan. Jika tidak diobati, detak jantung atau pernapasan seseorang dapat berhenti.


Aneh tapi Nyata, Wanita Ini Alergi dengan Suaminya Sendiri
(ask/up)
News Feed