Selasa, 16 Apr 2019 11:47 WIB

Bebe Rexha Bipolar, Ini 5 Hal yang Ternyata Bisa Jadi Pertanda Bipolar

Aisyah Kamaliah - detikHealth
5 Tanda bipolar disorder. Foto: Thinkstock 5 Tanda bipolar disorder. Foto: Thinkstock
Jakarta - Bebe Rexha curhat melalui akun Twitternya soal masalah kesehatan mental yang ia alami. Ternyata, pelantun 'The Way I Are' ini mengaku telah didiagnosis dengan bipolar disorder.

"Untuk waktu yang lama, aku tidak menyadari mengapa aku merasa sangat sakit. Mengapa aku merasa lirih yang membuat aku tidak mau meninggalkan rumahku atau berada di sekitaran orang dan mengapa aku merasa 'high' sampai tidak bisa tidur, tidak membiarkanku bekerja atau menciptakan music, sekarang aku tahu kenapa," tulisnya.

"Aku bipolar dan aku nggak malu lagi. Sudah gitu aja. (Nangis kejer)."

Untuk menemukan apakah seseorang memiliki masalah bipolar atau tidak memang cukup sulit, karena itu diagnosis langsung dari ahli harus dilakukan.

"Mengaitkannya (tanda bipolar --red) dengan kemurungan atau masalah di tempat kerja atau kelelahan cukup umum," kata Carrie Bearden, PhD, seorang profesor di kediaman psikiatri dan ilmu perilaku dan psikologi di David Geffen School of Medical di UCLA. "Gangguan ini bervariasi dalam tingkat keparahannya."

Berikut ini beberapa 5 hal yang tak disangka bisa jadi pertanda bipolar.


1. Berbicara dengan cepat

Ini bukan sekadar cerewet, tapi 'pressure speech' adalah salah satu gejala gangguan bipolar yang paling umum menurut penjelasan Bearden.

Apabila hal ini terjadi ketika seseorang benar-benar tidak dalam percakapan dua arah dan orang tersebut berbicara dengan cepat, atau jika kamu bicara dia akan memotongnya, bisa jadi ini pertanda bipolar. Mereka juga kadang-kadang akan melompat ke topik pembicaraan yang berbeda yang mana jadi 'bendera merah' dari tanda bipolar.

2. Boros belanja

Ketika mereka berada dalam fase manik, orang dengan gangguan bipolar dapat memiliki harga diri yang meningkat.

"Mereka merasa muluk-muluk dan tidak mempertimbangkan konsekuensi; semuanya terdengar baik bagi mereka," kata Don Malone, MD, direktur Center for Behavioral Health.

Dua jenis perilaku yang paling umum dari hal ini adalah boros saat belanja dan perilaku seksual yang tidak biasa.


3. Sulit mengatasi perasaannya

Beberapa orang dengan kondisi ini mengalami 'mania campuran' di mana mereka mengalami fase mania dan depresi pada saat yang sama. Selama keadaan ini, mereka sering sangat mudah tersinggung.

Setiap orang mengalami hari yang buruk, yang merupakan salah satu alasan bipolaritas semacam ini agak sulit untuk dikenali. Tetapi pada orang dengan gangguan bipolar seringkali masalah ini sangat parah sehingga mengganggu hubungan mereka. Apalagi kalau mereka merasa ini sulit dikendalikan.

4. Punya masalah tidur

Orang dengan bipolar kerap punya masalah tidur. Selama fase depresi, mereka mungkin tidur lalu sering dan merasa lelah sepannjang waktu.

Selama fase manik, mereka mungkin tidak cukup tidur tapi tidak pernah merasa lelah sekalipun cuma tidur berapa jam. Oleh karena itu pasien bipolar biasanya diminta untuk tidur mengikuti jadwal secara teratur.

5. Lebih 'berani'

Para ahli yang menangani orang-orang dengan gangguan bipolar menceritakan kisah-kisah yang luar biasa mengenai pengambilan risiko yang dilakukan pasien mereka. Berapa di antaranya termasuk perilaku seksual yang tidak pantas, rasa impulsif, penilaian yang buruk, dan distractibility.

(ask/up)