Keberhasilan ini berpeluang meruntuhkan pemahaman lama bahwa sel-sel otak mengalami kerusakan yang mendadak dan tak mungkin diperbaiki setelah kematian. Dalam eksperimen ini para ilmuwan mengembalikan sirkulasi otak dan beberapa aktivitas sel.
"Kematian sel di otak terjadi dalam jendela waktu yang lebih lama dari yang kita duga sebelumnya," kata Nenad Sestan, profesor neurosains yang melakukan penelitian ini, dikutip dari Livescience.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi jangan dibayangkan para ilmuwan ini membangkitkan lagi seekor babi dari kematian. Walau ada aktivitas otak yang bisa dikembalikan, perbaikan ini sangat kecil untuk membuat otak berfungsi normal.
"Ini bukan otak yang hidup," tegas Sestan. "Tapi otak yang secara selular aktif," katanya.












































