Kamis, 18 Apr 2019 16:26 WIB

Cegukan Kronis Bisa Bertahan Lebih dari 48 Jam, Termasuk Kondisi Serius

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Cegukan kronis bisa mengganggu aktivitas harian. (Foto: Thinkstock) Cegukan kronis bisa mengganggu aktivitas harian. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Cegukan yang kadang tidak diketahui penyebabnya biasa hanya berlangsung sekitar beberapa menit lalu berhenti sendiri. Namun kasus cegukan kronis juga bisa saja terjadi. Meski cegukan kronis adalah kejadian medis langka, hal itu dapat mengganggu kehidupan dan menyebabkan masalah kesehatan.

Cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam digolongkan kronis dan dianggap sebagai kondisi medis serius. Selain menjengkelkan, cegukan kronis juga mengganggu keseharian.

Dikutip dari Medical News Today, cegukan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kelelahan, dehidrasi dan penurunan berat badan karena pola tidur dan makan yang terganggu. Cegukan yang terus menerus juga menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur.

"Meski cegukan kronis tidak memiliki sebab yang jelas, pengobatan atau kondisi kesehatan bisa memengaruhinya," jelas situs tersebut.



Cegukan kronis bisa saja gejala dari penyakit pencernaan yang memengaruhi perut, kerongkongan, usus besar dan usus kecil, hati, kantong empedu dan pankreas. Juga penyakit lain seperti radang perut, hepatitis dan radang usus buntu.

Ada beberapa laporan medis yang menunjukkan seseorang mengalami cegukan kronis setelah menjalani operasi otak atau operasi gastroskopi.

Beberapa obat juga terkait dengan cegukan kronis, seperti obat yang digunakan dalam kombinasi kemoterapi dan kortikosteroid untuk mengobati beberapa kondisi seperti alergi dan penyakit kulit.

(kna/up)