Kamis, 18 Apr 2019 17:55 WIB

Kasus Campak Serang Markas Besar Google di Amerika Serikat

Firdaus Anwar - detikHealth
Disebut sejumlah karyawan Google terinfeksi campak. (Foto: GettyImages) Disebut sejumlah karyawan Google terinfeksi campak. (Foto: GettyImages)
Jakarta - Markas besar Google di Mountain View, California, memiliki ribuan pegawai yang setiap harinya bisa keluar masuk kantor. Ketika perusahaan raksasa teknologi ini sedang berjuang menghadapi kritikan pembiaran disinformasi tentang vaksin, kasus campak dilaporkan menyerang markasnya.

Dalam email untuk pegawai dari staf dokter bernama David Kaye yang didapatkan oleh Buzzfeed News, disebut ada satu pegawai yang baru-baru ini datang ke kantor Google di Mountain View terinfeksi oleh campak. Dalam email David menulis kalau Google sudah bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat.



"Kami sudah bekerja sama dengan Departemen Kesehatan Publik Santa Clara dan mereka ingin membagikan informasi terkait campak, risiko paparan, dan tindakan yang harus dilakukan," tulis David.

Sementara itu dalam keterangan terpisah Departemen Kesehatan Publik Santa Clara mengkonfirmasi bahwa memang sedang menginvestigasi kasus campak di wilayahnya. Petugas berusaha untuk mengetahui siapa saja yang menemui pegawai terinfeksi di kantor Google untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Juru bicara Departemen Kesehatan Publik Santa Clara, Britt Ehrhardt, menyebut seharusnya sudah tidak ada risiko penyebaran lebih luas di antara komunitas.

"Departemen Kesehatan Publik Santa Clara bekerja dengan Google menghubungi orang-orang yang mungkin berhubungan dengan penderita campak saat dirinya mungkin bisa menularkan penyakit ke orang lain," tulis pernyataan resmi departemen kesehatan seperti dikutip dari CNN, Kamis (18/4/2019).

Campak sendiri bukan penyakit yang bisa dianggap sepele. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada 100 ribu orang meninggal setiap tahun karena komplikasi berbahaya dari campak seperti diare, infeksi saluran napas, hingga pembengkakan otak.

(fds/up)