Jumat, 19 Apr 2019 10:35 WIB

HIV Dimanfaatkan untuk Obati Penyakit 'Bubble Boy'

Firdaus Anwar - detikHealth
David menghabiskan hidupnya di dalam gelembung steril karena tidak memiliki imunitas tubuh. (Foto: BBC) David menghabiskan hidupnya di dalam gelembung steril karena tidak memiliki imunitas tubuh. (Foto: BBC)
Jakarta - Sejak tahun 1971 sebutan Bubble Boy umumnya merujuk pada seorang anak bernama David Phillip Vetter dari Amerika Serikat (AS) yang lahir dengan kelainan genetik. David disebut Bubble Boy karena harus menghabiskan seluruh hidupnya dalam gelembung plastik steril akibat tidak memiliki sistem imun tubuh.

David meninggal di usia 12 tahun dan peneliti yang berusaha mengungkap misterinya menemukan penyakit severe combined immunodeficiency (SCID). Sejak saat itu usaha untuk mengobati SCID terus dilakukan hingga baru-baru ini peneliti berhasil memanfaatkan human immunodeficiency virus (HIV) untuk mengobati SCID.


Dilaporkan dalam jurnal New England Journal of Medicine, peneliti dari rumah sakit di Tennessee mampu mengembalikan fungsi imun tubuh pada beberapa bayi dengan SCID. Hal ini dilakukan dengan cara deoxyribonucleic acid (DNA) anak yang cacat dikoreksi oleh HIV yang sudah diprogram ulang.

"Pasien-pasien ini sekarang sudah balita. Mereka merespons vaksinasi dan memiliki sistem imun yang menghasilkan sel-sel penting untuk melindunginya dari infeksi ketika menjelajahi dunia hidup secara normal," kata salah satu peneliti, Dr Ewelina Mamcarz seperti dikutip dari BBC, Jumat (19/4/2019).

Salah satu pasien anak yang menjalani terapi SCID memanfaatkan HIV.Salah satu pasien anak yang menjalani terapi SCID memanfaatkan HIV. Foto: BBC


Umumnya untuk menghadapi SCID seorang pasien mungkin akan dihadapkan dengan pilihan transplantasi sumsum tulang belakang. Namun menurut peneliti kendalanya adalah sulit untuk mendapatkan donor dan rentan gagal.

Dengan terapi genetik yang memanfaatkan HIV ini pasien bisa dipulangkan hanya dalam waktu satu bulan.

(fds/up)
News Feed