Sabtu, 20 Apr 2019 15:05 WIB

Tidak Sarapan dan Telat Makan Malam, Risiko Serangan Jantung Meningkat

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Pola makan yang tidak teratur ternyata bisa meningkatkan risiko serangan jantung. (Foto ilustrasi: M Rofiq) Pola makan yang tidak teratur ternyata bisa meningkatkan risiko serangan jantung. (Foto ilustrasi: M Rofiq)
Jakarta - Pola makan sangat berpengaruh pada kesehatan jantung dan pembuluh darah. Penelitian terbaru mengungkap orang-orang yang tidak sarapan punya risiko lebih besar untuk terkena serangan jantung.

Penelitian di Sao Paolo State University di Brazil ini menganalisis 11 orang yang mengalami serangan jantung. Sebanyak 57 persen partisipan melewatkan sarapan sedikitnya 3 kali sepekan, 51 persen telat makan malam sebanyak 3 kali sepekan, dan 41 persen mengalami keduanya.

Hasil analisis menunjukkan orang yang sering tidak sarapan dan makan dua jam menjelang tidur punya risiko 4-5 kali lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung. Bahkan, serangan jantung berulang.


Dipublikasikan di jurnal European Journal of Preventive Cardiology ini menyiratkan bahwa perubahan pola makan bisa menurunkan risiko penyakit jantung.

"Dikatakan bahwa cara terbaik untuk hidup adalah sarapan seperti raja," kata Marcos Minicucci yang memimpin penelitian ini, dikutip dari Dailymail.

Menurut penelitian ini, seseorang yang tidak atau jarang sarapan cenderung punya kebiasaan buruk lainnya. Termasuk di antaranya suka merokok dan jarang olahraga.

(up/fds)
News Feed