Rabu, 24 Apr 2019 15:52 WIB

Program KB Alami Stagnan, BKKBN Fokus Tingkatkan Kualitas SDM

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: BKKBN Foto: BKKBN
Belitung - Program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia mengalami stagnan dalam 15 tahun terakhir. Meski begtu, pada 2017 Angka Fertilitas per Wanita (total fertility rate/TFR) mengalami penurunan.

Data dalam Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menyebutkan sejak 2001 angka rata-rata masih terus mendapatkan poin 2,6 setelah 3 kali dilakukan survei setiap 5 tahun. Namun di 2017, TFR mengalami penurunan sebanyak 0,2 poin, menjadi 2,4 per wanita usia subur pada SDKI Tahun 2017.

"Kita baru saja publish, dan kita baru tahu bahwa selama 15 tahun, program KB di Indonesia ini terperangkap dalam stagnansi. Selama 15 tahun, tidak terjadi pergerakan apa-apa untuk hasil impact dari KB. Dilihat dari TFR, artinya ukuran kinerja utama dari BKKBN itu adalah kemampuan kita untuk menurunkan angka kelahiran," ujar Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nofrijal, Rabu (24/4/2019).


Nofrijal mengatakan itu dalam acara Temu Kerja Regional Kampung KB Percontohan Tingkat Kabupaten/Kota dan Pengelola Data dan Informasi Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2019 di Hotel BW Suite Belitung, Selasa (23/4).

Dengan demikian, Nofrijal menekankan pihaknya kini akan lebih fokus pada peningkatan kualitas keluarga.

"Maka ke depan itu akan sedikit berubah. Karena pengendalian kelahiran ini sudah berhasil maka kita akan ubah pada peningkatan kualitas keluarga," ujarnya.

Menurut Nofrijal untuk mencapai keluarga berkualitas dilakukan dengan memberi perhatian pada 1.000 hari pertama kehidupan pembinaan remaja, dan pembinaan atau pengasuhan kepada lansia.

"Karena kan penduduk di Indonesia ini rentangnya cukup luas mulai dari hamil sampai ke yang tua. Nah itu yang diurus sekarang dalam konsep pembangunan keluarga," ujarnya.

Program KB Alami Stagnan, BKKBN Fokus Tingkatkan Kualitas SDMFoto: Akfa Nasrulhak

"Nah kita ingin orang yang ber-KB, dengan penurunan kelahiran itu berkualitas baik pendidikan orang tuanya untuk anak-anaknya maupun ekonominya," imbuhnya.

Sebagai informasi, dengan diadakannya kegiaran temu kerja regional di Kabupaten Belitung ini, BKKBN juga ingin memperlihatkan kampung KB percontohan yang dinilai sudah cukup baik.

"Kalau angka kelahiran kita tuh sekarang hampir semua keluarga itu punya anak dua. Kalau di Bangka Belitung itu TFR-nya sudah 2,2. Artinya angka kelahiran rata-rata itu 2,2, walaupun ada tapi satu-satu," ujarnya.


Kegiatan temu kerja pada regional III kali ini menghadirkan peserta dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau dan Papua.

Kegiatan ini diselenggarakan pada 23-26 April 2019. Di dalam kegiatan ini terdapat sosialiasi dan forum diskusi bersama jajaran pemerintah daerah dan juga pengelola data pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota terkait kebijakan Kampung KB Percontohan dan pengelolaan data dan informasi Program KKBPK. (ega/up)
News Feed