Kamis, 02 Mei 2019 20:03 WIB

Benarkah Sering Marah-marah Tanda Orang Darah Tinggi?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Benarkah mudah marah merupakan indikasi tekanan darah tinggi? Foto: Thinkstock Benarkah mudah marah merupakan indikasi tekanan darah tinggi? Foto: Thinkstock
Jakarta - Seringkali kita mendengar atau bahkan mengucapkan kalimat 'marah-marah melulu, jangan-jangan darah tinggi'. Terutama jika menemukan orang yang kebiasaannya marah-marah meskipun hanya hal sepele.

Benarkah jika orang yang sering marah pertanda memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi? Ternyata dr Aida Lydia, PhD, SpPP-KGH, dari Divisi Ginjal Hipertensi Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM menegaskan bahwa hipertensi tidak dapat dirasakan.

"Kata orang tekanan darah bisa dirasa-rasa, mudah marah, tengkuk atau leher kaku, sakit kepala itu katanya tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi itu tidak bisa dirasa-rasa," ujarnya saat ditemui di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).


Seseorang mengetahui tekanan darahnya tinggi atau rendah hanya dapat melalui pengukuran. Ada dua tekanan darah yang diukur, yaitu sistolik dan diastolik.

Tekanan darah sistolik yang berada di atas adalah tekanan pada pembuluh darah pada saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Pada saat memompa, jantung berkontraksi sehingga darah mengalir ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Sedangkan tekanan darah diastolik yang berada di bawah adalah tekanan darah saat jantung relaksasi dan darah mengisi jantung kembali.

Seseorang dikatakan memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi saat tekanan darah sistoliknya lebih dari sama dengan 140 mmHg dan tekanan darah diastoliknya lebih dari sama dengan 90 mmHg.

"Harus diukur, dan harus tahu angka tekanan darahnya berapa," saran dr Aida.

(wdw/up)