Jumat, 03 Mei 2019 15:35 WIB

7 Jenis Pekerjaan yang Dapat Meningkatkan Risiko Kanker (2)

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi kerja. (Foto: Getty Images) Ilustrasi kerja. (Foto: Getty Images)
Jakarta - Orang yang memiliki pekerjaan tertentu mungkin punya risiko kanker yang lebih tinggi karena terpapar debu, bahan kimia gas, zat radioaktif, atau aspek lain dari pekerjaan mereka.

Beberapa penelitian telah menunjukkan profesi tertentu, seperti pramugari, lebih mungkin mengembangkan masalah kesehatan daripada mereka yang bekerja di pekerjaan lain.

Masalah kesehatan ini mencakup berbagai jenis kanker termasuk kanker payudara dan kulit. Tetapi kanker dapat memakan waktu bertahun-tahun, atau bahkan puluhan tahun, untuk berkembang.

Namun tetap ada baiknya untuk mengetahui apakah pekerjaanmu berisiko untuk mendapatkan perlindungan terbaik. Berikut jenis pekerjaan yang dapat meningkatkan risiko kanker dikutip detikHealth dari Reader's Digest.


1. Penata rambut

Sebagian jenis pewarna rambut tidak membawa risiko bagi kebanyakan orang tetapi bagi para penata rambut yang sering melakukan pengecatan rambut bagi banyak orang dalam sehari.

Amina aromatik dalam beberapa pewarna rambut dapat menempatkan penata rambut pada peningkatan risiko kanker kandung kemih. Untuk meminimalkan risiko, pekerja salon harus mengenakan sarung tangan setiap kali menggunakan produk kimia dan bekerja di area yang berventilasi baik.

2. Teknisi laboratorium wanita

Terkadang profesi yang berbahaya disebabkan oleh campuran faktor risiko yang tidak menguntungkan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Research menemukan bahwa wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara menggandakan risiko mereka dengan bekerja di laboratorium klinis.

Jika para wanita bekerja dengan pelarut organik seperti benzene sebelum melahirkan bayi pertama mereka, risiko mereka melonjak 40 persen lagi. Para peneliti juga menemukan peningkatan risiko dengan pekerja pabrik dan pembersih rumah.

3. Astronot

Begitu para astronot meninggalkan atmosfer pelindung Bumi dan medan magnet, mereka terpapar radiasi ruang angkasa yang signifikan dan berbahaya.

Kadar radiasi jauh lebih tinggi, setara dengan 150 hingga 6.000 sinar-X. Itu menempatkan astronot pada peningkatan risiko kanker, penyakit radiasi, penyakit tulang degeneratif, dan kondisi yang menargetkan sistem saraf pusat.


4. Pemilik pemakaman

Pemilik pemakaman memiliki risiko yang sangat tinggi untuk tertular leukemia, khususnya leukemia myeloid karena paparan formaldehyde, menurut sebuah penelitian dalam Journal of National Cancer Institute.

5. Mekanik

Mekanik terpapar banyak karsinogen yang sama dengan pekerja konstruksi seperti arsenik, asbes, benzena serta tetrakloretilen yang bertindak sebagai pelarut lemak dan telah dikaitkan dengan kanker kerongkongan, ginjal, kandung kemih , dan kanker serviks.

Selain itu, knalpot diesel bersifat karsinogenik, meningkatkan risiko kanker paru-paru, kandung kemih, laring, kerongkongan, dan perut.

6. Pekerja konstruksi

Pekerja konstruksi berisiko tinggi terkena kanker paru-paru dan mesothelioma karena pajanan asbes yang masih ditemukan di bangunan yang lebih tua. Asbes juga ditemukan di knalpot kendaraan bermotor, produk degreasing, pewarna, lilin furnitur, lem, pelumas, dan cat dan dapat meningkatkan risiko kanker kandung kemih, hati, dan paru-paru.

7. Produsen karet

Bekerja di pabrik yang memproduksi ban, sarung tangan karet, dan karet gelang tampaknya meningkatkan risiko kandung kemih, perut, darah, limfatik, dan kanker lainnya. Karsinogen yang terlibat termasuk benzen dan pelarut lainnya, asbes, dan formaldehida.

(kna/up)
News Feed