Jumat, 03 Mei 2019 17:03 WIB

Duh! 6 Kebiasaan Buruk Berikut Bikin Perut Buncit Seperti Thor

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Thor yang diperankan oleh Chris Hemsworth. Foto: istimewa Thor yang diperankan oleh Chris Hemsworth. Foto: istimewa
Jakarta - Spoiler Alert! Bagi yang sudah menonton Avengers: Endgame tentu tidak akan menyangka sosok Thor yang diperankan oleh Chris Hemsworth muncul dengan perut membuncit. Padahal Thor dikenal dengan badan super sixpacks-nya.

Perut buncit yang disebabkan dengan menumpuknya lemak visceral di area abdomen atau perut bisa berisiko menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Bahkan sudah menjadi penyebab terbesar dari penyakit-penyakit seperti penyakit jantung, stroke, dan juga diabetes tipe 2.

Penumpukan lemak terjadi karena beberapa gaya hidup atau kebiasaan buruk. Berikut beberapa kebiasaan buruk yang bisa membuat perutmu buncit mirip Thor:


1. Pola makan buruk
Kebiasaan memakan makanan tidak sehat, terutama makanan manis atau mengandung pemanis, sangat berisiko menyebabkan penumpukan lemak di perut. Hal ini disebabkan kandungan gula berlebihan bisa memperlambat metabolisme tubuh dan mengurangi kemampuan membakar lemak.

Makanan tidak sehat lainnya adalah junk food yang mengandung banyak lemak trans. Lemak trans bisa menyebabkan inflamasi dan berisiko besar jadi obesitas. Pola makan yang terlalu banyak karbohidrat dan sedikit protein juga bisa berisiko.

2. Konsumsi alkohol terlalu banyak
Seseorang yang mengonsumsi alkohol terlalu banyak bisa menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, contohnya penyakit hati atau liver dan inflamasi. Perut buncit juga menjadi salah satu akibatnya.

Sebuah studi tahun 2015 soal konsumsi alkohol dan obesitas di jurnal Current Obesity Reports menyatakan bahwa minum alkohol berlebihan menyebabkan pria lebih mudah memiliki perut buncit. Dalam film Avengers: Endgame juga Thor disebut meminum banyak alkohol karena depresi.

3. Kurang olahraga
Perut buncit disebabkan oleh menumpuknya lemak karena kalori yang diasup berlebihan dari yang bisa dibakar. Membakar lemak bisa dimulai lewat makanan sehat, dan juga olahraga.

Jika kamu terbiasa hidup sedenter atau tidak aktif, misalnya bekerja di depan komputer dan duduk seharian, kemudian dilanjut tanpa berolahraga akan membuatmu semakin sulit untuk menghilangkan lemak berlebih di perut.


4. Merasa stres
Hormon kortisol atau hormon stres membantu tubuh mengendalikan dan mengatasi stres. Saat seseorang berada dalam situasi berbahaya atau sangat menegangkan, tubuh melepaskan kortisol dan dapat berdampak pada metabolisme mereka.

Saat merasa stres, seringkali orang mencari makanan untuk meredakan emosi, dan kortisol bisa menyebabkan kalori berlebih menumpuk di perut dan beberapa area lainnya untuk digunakan nanti.

5. Begadang
Di zaman modern yang dituntut serba cepat ini membuat begadang jadi kebiasaan untuk sebagian besar orang. Kurang tidu dan istirahat memiliki dampak yang besar untuk kesehatan kita.

Sebuah studi pada Journal of Clinical Sleep Medicine mengaitkan naiknya berat badan dengan durasi tidur yang singkat, yang bisa menyebabkan lemak perut berlebih. Baik kualitas tidur yang buruk maupun waktu tidur yang singkat bisa berpengaruh pada perkembangan lemak perut dan mengakibatkan perilaku makan yang tak sehat, misalnya emotional eating.

6. Merokok
Mungkin sulit untuk dibayangkan bagaimana merokok bisa menyebabkan perut buncit, namun para ahli memercayai merokok tidak secara langsung menyebabkannya tapi menjadi salah satu faktor risiko.

Sebuah studi pada tahun 2012 yang dipublikasikan dalam jurnal PloS one menunjukkan bahwa meski obesitas sama antara perokok dan nonperokok, namun perokok memiliki lemak perut dan visceral yang lebih banyak.

(frp/up)