Kamis, 09 Mei 2019 05:37 WIB

Mau Tahu Cara Paling Akurat Mengukur Kegemukan? Ambil Seutas Benang!

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Mengukur kegemukan. Foto: iStock Mengukur kegemukan. Foto: iStock
Jakarta - Timbangan masih banyak diandalkan sebagai alat ukur kegemukan. Padahal ada alat ukur lain yang disebut-sebut jauh lebih akurat, yakni seutas benang.

Betul! Kegemukan bukan cuma urusan berat badan, tetapi juga soal komposisi lemak di dalam tubuh. Sebagai contoh, seorang binaragawan yang badannya sangat berotot, sangat mungkin masuk kategori gemuk atau bahkan obesitas bila diukur hanya dengan berat badan.

Di pusat-pusat kebugaran, ada alat khusus untuk mengukur komposisi massa tubuh. Berapa persen kadar lemak yang ada di tubuh, dengan mudah bisa diprediksi lewat gelombang impedansi. Demikian juga kadar air dan bahkan massa otot dan tulang.

Tetapi bagaimana bila tidak punya akses ke pusat kebugaran? Gampang, ada cara praktis untuk mengukur tingkat kegemukan yakni dengan menggunakan 'string test' atau tes benang.

Sesuai namanya, tes ini dilakukan dengan seutas benang. Caranya, bentangkan benang dari ujung kaki ke ujung kepala. Potong benang sepanjang itu, lalu lipat menjadi dua.



Pegang potongan benang yang sudah terlipat menjadi dua, atau bisa diartikan sebagai setengah tinggi badan. Lingkarkan ke pinggang dari ujung lipatan ke ujung yang satunya lagi.

Seseorang dikategorikan gemuk dan tidak sehat apabila kesulitan mempertemukan kedua ujung lipatan benang itu saat dilingkarkan ke pinggang. Artinya, lingkar pinggangnya melebihi setengah tinggi badan. Itu artinya, ada penumpukan lemak di area pinggang.

"Lemak di sekitar pinggang lebih aktif secara metabolik, terkait erat dengan resistensi insulin dan nampaknya berhubungan sekali dengan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes," kata Sanne Peters, peneliti dari University of Oxford, dikutip dari Dailymail.


Mau Tahu Cara Paling Akurat Mengukur Kegemukan? Ambil Seutas Benang!
(up/up)