Jumat, 10 Mei 2019 22:09 WIB

Tidur Pakai AC Malam Ini? Hati-hati, Ini Pengaruhnya Bagi Kesehatan

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Temperatur yang tepat menjadi salah satu kunci tidur nyenyak (Foto: ilustrasi/thinkstock) Temperatur yang tepat menjadi salah satu kunci tidur nyenyak (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Tinggal di negara tropis seperti Indonesia kadang membuat sebagian orang memilih untuk menggunakan air conditioner atau AC ketimbang kipas angin untuk mengusir hawa panas. Saat tidur biasanya menjadi waktu terlama seseorang menggunakan AC.

Namun sebenarnya berada di dalam ruangan ber-AC bisa menyebabkan perubahan pada tubuh dan berpengaruh pada kesehatan. Namun tak berarti tidur memakai AC lebih buruk daripada menggunakan kipas angin atau sebaliknya, lho.

Dikutip dari Times of India, jika kamu akan tidur menggunakan AC malam ini, perhatikan beberapa hal berikut yang bisa terjadi pada tubuhmu:



1. Kekurangan udara segar
Adanya AC di kamar berarti tidak ada bagian ruangan yang terbuka, yang artinya tidak ada ventilasi dan pergantian udara segar. Kekurangan udara segar bisa menyebabkan kelelahan jangka panjang.

Kelelahan tersebut bisa diperparah apabila saat siang harinya kamu juga berada di dalam ruangan ber-AC. Hal ini bisa menimbulkan kondisi yang disebut 'sick building syndrome', yang berarti tubuhmu berada dalam kondisi kelelahan dan kelesuan terus-menerus.

Yang lebih buruknya lagi jika AC-mu jarang dibersihkan secara berkala bisa menyebabkan masalah pernapasan. AC yang kotor akan menjadi tempat tumbuhnya berbagai macam patogen seperti jamur, bakteri dan lumut.

2. Suhu terlalu dingin
Seringnya saat kita tidur, suhu dari sekeliling kita akan turun di bawah yang terasa nyaman oleh tubuh. Kalau terbangun, kita bisa mematikan AC kita, namun jika kita masih tertidur kadang kita tak bisa bereaksi.

Suhu yang menurun atau terlalu dingin bisa menyebabkan kontraksi otot, sakit kepala dan sakit punggung. Jika tubuhmu berada di suhu yang lebih rendah akan muncul nyeri pada otot dan sendi yang seiring waktu bisa menyebabkan rematik. Kalau kelewat parah, rasa nyeri tersebut bisa menjadi arthritis.



3. Kulit jadi kering
AC menyerap segala kelembaban yang ada di udara dan bahkan dari tubuh kita sendiri. Kurangnya kelembaban dari tubuh kita bisa menjadikannya kering, bersisik, dan tidak kencang.

Saat kelembaban hilang dari kulitmu, ia juga kehilangan kemampuan elastisitasnya dan rentan muncul keriput dan terlihat kusut. Tentunya hal ini mempercepat penuaan kulit dan risiko kelainan pada kulit. Selain dari kulit, kelembaban pada mata juga bisa hilang dan menjadikannya merah atau membuat pandangan memburam.

4. 'Thermoregulation'
Saat kita keluar dari kamar atau ruangan dengan AC ke tempat yang sangat panas, misalnya keluar ruangan atau gedung, biasanya kita akan kaget dengan perubahan suhu.

Jika kita membiasakan hal ini bisa merusak tubuh karena tubuh kita sulit untuk beradaptasi dengan cepat pada suhu yang berubah karena sifat thermoregulation atau pengaturan suhunya. Nantinya akan membuat kita merasa lelah dan bisa makin merusak kulitmu.

(frp/up)