Senin, 13 Mei 2019 11:31 WIB

Cacar Monyet yang Gemparkan Singapura, Berbahaya Nggak Sih?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi orang bergejala demam, badan terasa tidak nyaman dan bintik-bintik merah pada kulit yang merupakan gejala cacar monyet. Foto: ilustrasi/thinkstock Ilustrasi orang bergejala demam, badan terasa tidak nyaman dan bintik-bintik merah pada kulit yang merupakan gejala cacar monyet. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Baru-baru ini warga Singapura digemparkan soal virus monkeypox atau cacar monyet yang ditemukan untuk pertama kalinya pada seorang warga Nigeria. Disebutkan 23 orang sempat melakukan kontak fisik dengan pria tersebut.

Sebelumnya, penularan infeksi virus cacar monyet pada manusia pernah dilaporkan pada Amerika Serikat, Inggris, dan Israel. Meskipun risiko penyebaran rendah, tetapi tetap dilakukan tindakan untuk mencegah penyebaran.

Ahli kesehatan kulit dari RS Pondok Indah, dr Kardiana Purnama Dewi, SpKK mengatakan bahwa monkeypox atau smallpox merupakan virus yang sebenarnya dianggap sudah tidak ada. Tapi, apakah penyakit ini berbahaya dan menyebabkan kematian?



"Dikatakan berbahaya sih tidak, tapi tergantung lagi sama daya tahan tubuh penderitanya, jadi agar tidak tertular selalu menjaga daya tahan tubuh dan usahakan hindari kontak langsung dengan penderita," jawabnya.

Mereka yang terserang virus monkeypox akan mengalami gejala seperti demam, badan terasa tidak nyaman dan bintik-bintik merah pada kulit.

Penyakit cacar monyet biasanya berlangsung selama 2-4 minggu, dimulai dari demam dan sakit kepala lalu berlanjut ke benjolan kecil yang menyebar ke seluruh tubuh.

(kna/fds)
News Feed