Senin, 20 Mei 2019 15:35 WIB

Vaksin Varicella Proteksi 80 Persen Tubuh Manusia dari Cacar Monyet

Muhammad Aminudin - detikHealth
Cacar monyet. Foto: internet Cacar monyet. Foto: internet
Malang - Merebaknya penyakit cacar monyet saat ini membuat sebagian masyarakat khawatir. Ternyata virus cacar monyet atau Monkeypox bisa dicegah sejak dini dengan pemberian vaksin cacar atau varicella.

Pakar Penyakit Kulit dan Kelamin dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) dr Sinta Murlistyarini, SpKK mengatakan merebaknya virus cacar monyet bisa diantisipasi dengan vaksin varicella dengan angka proteksi sebanyak 80 persen.

Ia menambahkan bahwa pada dasarnya gejala penyakit cacar monyet hampir sama dengan cacar air seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, muncul bintil-bintil berisi air di seluruh tubuh, dan ruam kulit muncul pada wajah.

Namun yang membedakan adalah pada hari kelima hingga ketujuh bintil-bintil berisi air menjadi bernanah dan agak keras saat disentuh. Pada akhir minggu kedua, bintil-bintil tersebut akan menjadi keropeng yang bertahan sekitar satu minggu.

"Setelah tiga minggu, ruam akan menghilang. Setelah hilang, bintil-bintil tidak akan lagi menular," ungkap dr Sinta, Senin (20/5/2019).



Cacar monyet termasuk penyakit zoonotic atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia, atau manusia ke hewan.

Penularannya melalui gigitan, cakaran, kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi di kulit dan mukosa dari hewan liar seperti primata (monyet), rodents, dan juga makan daging hewan yang terinfeksi yang tidak dimasak dengan baik.

Cacar monyet rentan menyerang ke orang yang kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi baik melalui darah, cairan tubuh, urine, atau kulit, makan daging satwa terinfeksi yang tidak dimasak dengan baik, kontak langsung dengan penderita yang terinfeksi pada saluran pernafasan, atau terkena cairan pada plenting di kulit.

"Penularan antar manusia bisa terjadi namun tidak mudah dan terbatas. Penularannya bisa melalui cairan pernafasan (batuk, bersin) atau luka pada kulit," bebernya.

Sudah sejak sejak 1970, cacar monyet menular dari hewan yang terinfeksi. Awalnya di Republik Demokratik Kongo, lalu tahun 2007 menjadi Kejadian Luar Biasa di Nigeria. Di Indonesia baru ramai dibicarakan karena ada kasus di Singapura yang berasal dari warga negara Nigeria.

"Perlu ada screening khusus di bandara terhadap wisatawan asing yang akan masuk ke Indonesia terutama dari Singapura atau negara endemis cacar air (Afrika tengah dan Afrika barat)," ujar dr Sinta.



Sementara itu, Staf Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Division Tropik Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) dr Didi Candradikusuma SpPD memaparkan bahwa monkeypox atau cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox.

Virus ini termasuk golongan orthopoxvirus yang termasuk di dalamnya adalah variola virus (penyebab penyakit cacar small pox), virus vaccinia (digunakan untuk vaksin terhadap variola virus) dan virus cowpox.

Jadi monkeypox virus satu golongan dengan virus variola yang dikenal sebagai penyebab cacar yang sudah dinyatakan punah oleh WHO pada pertengahan tahun 1980-an.

Akan tetapi berbeda dengan virus cacar air (Varicella) yang saat ini masih sering timbul di masyarakat. Reservoir alami dari virus monkeypox ini masih belum jelas, namun beberapa spesies tikus Afrika diduga berperan dalam transmisi penyakit ini. Terdapat dua kelompok genetik virus monkeypox yakni Central African dan West African.

Manusia yang terinfeksi oleh virus monkeypox Central African nampaknya lebih berat secara klinis dibanding yang terinfeksi oleh kelompok virus West African dengan angka kematian yang cukup tinggi. Transmisi dari manusia ke manusia terjadi pada Central African Virus, namun sangat terbatas untuk virus monkeypox yang West African.

"Pencegahan terhadap penyakit Monkeypox ini antara lain dengan menghindari kontak dengan tikus dan primata terinfeksi serta membatasi paparan langsung terhadap darah dan daging hewan liar, serta orang yang terinfeksi," terang dr Didi.

Infografis tanda-tanda cacar monyet.Infografis tanda-tanda cacar monyet. Foto: Infografis


(wdw/wdw)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya