Selasa, 14 Mei 2019 10:35 WIB

Psikoanalisis Daenerys Targaryen 'Game of Thrones', Apa Hasilnya?

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Daenerys Targaryen. Foto: Dok. Helen Sloan/HBO Daenerys Targaryen. Foto: Dok. Helen Sloan/HBO
Jakarta - AWAS SPOILER -- Tidak dianjurkan untuk membaca kelanjutan artikel ini bagi yang belum menonton Game of Thrones season 8 episode 5: The Bells.

Aksi yang dilakukan Mother of dragons alis Daenerys Targaryen membuat banyak penggemar terperangah. Berbeda dengan sosoknya yang dikenal sebagai pembebas budak dan membenci tirani, ia berubah menjadi sosok 'Mad Queen' yang meluluhlantakan King's Landing dan banyaknya orang yang tidak bersalah. Jon Snow yang tadinya membela Dany habis-habisan pun dibuat terkejut dengan pemandangan yang ia lihat.

Hal ini pun membuat beberapa orang kesal dengan Daenerys dan menyebutnya memiliki sifat yang kejam.

Sebenarnya, analisis psikologi mengenai karakter Game of Thrones sudah banyak dilakukan. Satu yang menarik, psikoanalisis di tahun 2017 oleh Jose J. Mendoza Velasquez, MD, Bernardo Schubsky, Mariana Lopez-Mejia seperti dikutip dari Medscape. Meski bukan bersifat diagnostik, mereka menyebutkan analisis ini dilakukan untuk tujuan edukasi.



Queen of the Ashes berkemungkinan memiliki sejumlah kepribadian yang mengarah pada masalah Narcissiistic Personality Disorder. Kenarsisan Dany untuk duduk di Iron Throne dan kebutuhannya unntuk diapresiasi dan divalidasi oleh orang banyak semakin jelas. Ia pun semakin sering menunjukkan bahwa ia mampu melakukan apapun agar mendapatkan apa yang ia inginkan.

Narsisme yang ia miliki membuat aksi yang ia lakukan pun terkesan lebih heroik daripada menyedihkan.

"Daenerys adalah perempuan yang mampu membuat kita menerima kekejamannya dan menikmati itu, dengan justifikasi dari tujuan umum yang akan membantu ia menggapai tujuan personalnya," seperti yang tertulis di Medscape.



Sementara itu, dilansir Alliant.edu, tahun 2016, Dany diperkirakan mengalami apa yang disebut Post-Traumatic Growth (PTG).

PTG adalah transformasi pribadi dan hasil psikologis positif yang dapat terjadi ketika seorang individu menavigasi proses dalam mengatasi peristiwa traumatis.

Dany telah melalui peristiwa traumatis sepanjang hidupnya, mulai dari menjadi yatim piatu, diasingkan untuk 'dijual'. Hal ini membuat karakternya tangguh dan bahkan tumbuh dari mengatasi peristiwa-peristiwa ini.

Bagaimana pun ini cuma sekadar analisis, untuk benar atau tidaknya, (sekalipun tokoh fiksi loh ya) hanya bisa dipastikan dalam sesi tanya jawab langsung dengan ahlinya.

(ask/up)
News Feed