Selasa, 14 Mei 2019 17:16 WIB

Kasus Kanker Makin Banyak, Dunia Diprediksi Akan Kekurangan Onkolog

Firdaus Anwar - detikHealth
WHO memprediksi angka pasien kanker di dunia akan semakin bertambah mengalahkan jumlah ketersediaan dokter onkolog. (Foto: iStock) WHO memprediksi angka pasien kanker di dunia akan semakin bertambah mengalahkan jumlah ketersediaan dokter onkolog. (Foto: iStock)
Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memproyeksikan angka orang-orang yang terkena kanker akan semakin meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini jadi semakin mengkhawatirkan karena ada potensi dunia kekurangan tenaga dokter ahli kanker atau onkolog.

Dalam laporan terbaru di jurnal The Lancet Oncology angka pasien kanker dunia diprediksi meningkat dari 9,8 juta menjadi 15 juta pada tahun 2040. Dengan menggunakan model komputer peneliti juga memprediksi kebutuhan tenaga onkolog meningkat dari 65 ribu pada tahun 2018 menjadi 100 ribu pada tahun 2040.


Menurut peneliti dengan angka tersebut bila tidak dilakukan sesuatu maka tidak akan cukup dokter spesialis di dunia untuk memberikan pengobatan kemoterapi yang dibutuhkan pasien.

"Meningkatnya beban kanker global tidak diragukan lagi merupakan salah satu krisis kesehatan utama saat ini," kata pemimpin studi Brooke Wilson dari University of New South Wales.

"Sangat dibutuhkan strategi agar tenaga kesehatan global dapat memberikan terapi yang aman pada pasien kanker sekarang dan masa depan," lanjutnya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/5/2019).

Kanker paru-paru, payudara, dan usus diprediksi akan jadi kasus yang paling umum terjadi di tahun 2040. Pasien paling banyak datang dari daerah Asia Timur (35%), Asia Tengah (12%), Amerika Utara (10%), Asia Tenggara (7%), Amerika Selatan (6%), dan Eropa Barat (5%).

(fds/up)