Jumat, 17 Mei 2019 10:26 WIB

'Balas Dendam' Makan Saat Buka Puasa, Sehat Nggak Sih?

Tia Reisha - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Banyak yang beranggapan bahwa buka puasa merupakan momen makan besar sehingga banyak yang balas dendam dengan makan dalam porsi yang banyak. Tak tanggung-tanggung, saat berbuka banyak orang yang makan secara berlebihan sampai sulit bergerak.

Menurut Medical Advisor Kalbe Nutritionals dr. Ervina Hasti W, balas dendam saat buka puasa dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak sekaligus ternyata tidak sehat, apalagi kalau mengabaikan nutrisi yang terkandung pada makanan.

"Bisa jadi malah kelebihan kalori dan hal ini berdampak kurang baik bagi tubuh seperti contohnya resiko obesitas maupun kolesterol tinggi dapat mengintai. Apalagi bila hidangannya diolah dengan tidak tepat, misalnya digoreng atau menggunakan banyak mentega atau minyak," ujar dr. Ervina kepada detikHealth, Jumat (17/5/2019).



Agar bisa meminimalisir risiko kesehatan yang muncul, dr. Ervina menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan, terutama makanan yang tinggi kolesterol seperti hidangan laut, gorengan, dan beberapa jenis daging.

"Selain itu, perhatikan cara pengolahannya. Hindari menggunakan terlalu banyak minyak, margarin, ataupun mentega. Sebaliknya, makanan yang direbus, dikukus, atau dipanggang dengan sedikit minyak lebih direkomendasikan," ungkap dr. Ervina.


Untuk mengurangi penyerapan kolesterol dari makanan, bisa dibantu dengan mengonsumsi Nutrive Benecol. Nutrive Benecol mengandung Plant Stanol Ester (PSE) yang telah teruji klinis dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah 7-10% jika dikonsumsi teratur 2 kali sehari dalam 2-3 minggu.

Kandungan 1 gram Plant Stanol Ester yang terdapat di dalam sebotol Nutrive Benecol setara dengan 3 gram beta glucan yang terdapat dalam 3 mangkuk oat.


Simak Juga 'Kapan Waktu Yang Tepat Lakukan Olahraga Saat Puasa?':

[Gambas:Video 20detik]

(mul/mpr)
News Feed