Jumat, 17 Mei 2019 13:56 WIB

Gampang Marah Jadi Gejala Hipertensi, Benar Tidak Ya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi wanita marah. (Foto: Ilustrasi/ Thinkstock) Ilustrasi wanita marah. (Foto: Ilustrasi/ Thinkstock)
Jakarta - Sebagian besar orang mengaitkan gejala hipertensi dengan sifat yang gampang emosi dan mudah marah. Selain itu juga dikatakan marah dapat membuat seseorang terkena hipertensi. Apakah benar demikian?

"Jawabnya tegas, di semua literatur tidak ada ditulis. Marah-marah itu genetik, kebiasaan. Bahwa dia sakit kepala karena hipertensi jadi marah mungkin saja tapi sebenarnya nggak," kata Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia, dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH kepada detikHealth, Jumat (17/5/2019).

dr Tunggul menambahkan, bahkan gejala hipertensi seperti kepala pusing dan berat bisa jadi salah karena hipertensi terkadang tidak memiliki keluhan.



"Makanya ini silent killer, bahkan banyak orang yang dengan bangganya mengatakan 'saya 160-180 tidak merasa apa-apa', seperti hebat. Padahal dia itulah yang paling bernasib sial," tambahnya.

Sebagai penegasan, dr Tunggul berujar tidak ada orang yang punya pembuluh darah kebal. Hipertensi memang tidak bergejala, tapi efeknya akan dirasakan jangka panjang sebab penyakit ini akan memicu serangan jantung dan stroke.

"Itu yang harus diwaspadai makanya harus di cek tekanan darahnya," pungkasnya.




Simak Juga 'Ayo Buktikan Mitos Darah Tinggi':

[Gambas:Video 20detik]


Gampang Marah Jadi Gejala Hipertensi, Benar Tidak Ya?
(kna/fds)
News Feed