Senin, 20 Mei 2019 07:09 WIB

Merokok Disebut Peneliti Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Stroke Berulang

Firdaus Anwar - detikHealth
Merokok meningkatkan risiko kemungkinan serangan stroke berulang. Foto: Thinkstock Merokok meningkatkan risiko kemungkinan serangan stroke berulang. Foto: Thinkstock
Jakarta - Rokok sudah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Nah studi terbaru mengungkap lebih detail bagaimana kebiasaan merokok bisa memengaruhi risiko serangan stroke berulang pada pasien yang sudah pernah mengalaminya.

Dalam laporan di Journal of the American Heart Association, data dari 3.069 penyintas serangan stroke melihat bahwa seorang yang memutuskan berhenti merokok dapat mengurangi risiko stroke berulang hingga 29 persen dibandingkan orang yang tetap merokok. Hal ini diketahui setelah peneliti membandingkan data antara penyintas.



"Merokok dapat menyebabkan masalah dengan aliran darah di otak, dan juga berkontribusi terhadap pembentukan gumpalan di pembuluh darah. Kedua hal tersebut akan meningkatkan risiko terjadinya stroke," kata Allan Hackshaw dari University College London mengomentari studi.

"Perlahan mengurangi konsumsi rokok bisa sedikit mengurangi risiko tersebut, tapi studi melihat pengurangan risiko stroke berulang yang paling besar adalah dengan benar-benar tidak merokok," lanjutnya seperti dikutip dari Reuters, Senin (20/5/2019).

Risiko kejadian stroke untuk perokok disebut peneliti berbanding lurus dengan jumlah rokok yang dikonsumsi. Lebih detail bila dibandingkan dengan nonperokok, perokok yang mengonsumsi sehari sampai 20 batang per hari akan 68 persen lebih mungkin mengalami stroke berulang. Angka risiko tersebut bisa meningkat hingga tiga kali lipat saat seseorang mengonsumsi lebih dari 40 batang per hari.

"Jadi merokok sebetulnya adalah hal terburuk yang dapat Anda lakukan untuk kesehatan tubuh sendiri," kata peneliti lain Michael Hill dari Cumming School of Medicine.

(fds/ask)