Sabtu, 25 Mei 2019 08:03 WIB

Riset Ini Jelaskan Kenapa Kepala Bayi Bisa Bulat atau Lonjong

Rosmha Widiyani - detikHealth
Bentuk kepala dan otak bayi kembali seperti semula usai lahir. (Foto: iStock) Bentuk kepala dan otak bayi kembali seperti semula usai lahir. (Foto: iStock)
Jakarta - Riset menjawab penyebab kepala bayi bisa berbentuk bulat atau lonjong saat menjalani persalinan. Studi dilakukan menggunakan metode Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada 7 ibu hamil. Riset dilakukan saat janin berusia 36 minggu, 39 minggu, bersalin, dan setelah lahir dengan kondisi ibu yang sudah membaik.

Dalam studi yang sudah dimuat dalam jurnal PLOS One tersebut bayi melalui jalan lahir yang sempit saat proses persalinan. Jalan tersebut menghimpit bayi yang menyebabkan perubahan bentuk otak dan kepala menjadi cenderung lonjong. Riset bahkan telah membuat image 3D yang menunjukkan perubahan bentuk kepala bayi yang menjadi seperti kerucut.

Dikutip dari Mayo Clinic, kepala bayi mengalami perubahan bentuk karena tulang tengkorak yang belum tergabung sempurna. Bagian yang lunak di atas kepala mengakomodasi perubahan bentuk kepala saat bersalin serta pertumbuhan otak selama masa bayi. Perubahan signifikan bentuk kepala bayi saat persalinan disebut fetal head molding, yang terjadi pada semua bayi.



Menurut periset, tekanan yang diberikan selama proses bersalin pada kepala bayi sangat kuat. Saking kuatnya, tulang tengkorak janin yang awalnya terpisah menjadi tergabung. Tekanan ini mengubah bentuk kepala dan otak, namun segera kembali ke bentuk asal usai persalinan. Hasil MRI menunjukkan adanya jaringan halus yang melindungi kepala bayi.

Jaringan ini memungkinkan perubahan bentuk otak dan kepala tak sampai mengganggu bayi. Jaringan ini jugalah yang memungkinkankan otak dan tulang tengkorak yang sempat berubah bentuk, menjadi kembali seperti semula. Perubahan ini bahkan tidak terdeteksi saat bayi baru lahir tersebut diperiksa.

(Rosmha Widiyani/up)