"Isi konten tersebut hanya fokus pada kepentingan suami. Istri dikesankan sebagai pelengkap bukan mitra setara suaminya. Jadinya terlalu subyektif," kata psikolog Ratih Ibrahim pada detikHealth, Senin (27/5/2019).
Konten tentang kriteria 'memantaskan diri' untuk menikah ini juga dibanjiri kritik. Foto: Instagram BKKBN |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga kategori terakhir adalah tidak mudah marah, selalu menyenangkan hati, serta menerima dan menghargai pemberian suami. Konten ini dinilai tidak sejalan dengan konsep keluarga, yang perlu kerja sama dan saling melengkapi antara suami dan istri.
Konten ini dinilai berbau patriarki. Foto: viral |
Karena mencantumkan logo Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), tak pelak konten tersebut dibanjiri komentar yang me-mention BKKBN di akun @bkkbnofficial. Hingga kini, detikHealth masih berusaha mengkonfirmasi konten tersebut ke BKKBN namun belum mendapat jawaban.












































Konten tentang kriteria 'memantaskan diri' untuk menikah ini juga dibanjiri kritik. Foto: Instagram BKKBN
Konten ini dinilai berbau patriarki. Foto: viral