Nah terkait hal tersebut akhir pekan lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk pertama kalinya menerima obat tradisional sebagai layanan kesehatan utama. Spesifiknya obat tradisional China yang memang sudah didokumentasikan dengan baik.
Detail tentang pemanfaatan obat tradisional tersebut akan dipublikasi di International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems atau ICD edisi ke-11.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak semua pihak menerima keputusan yang diambil WHO. Ada beberapa komunitas ilmuwan yang khawatir kalau obat tradisional masih kurang bukti tingkat efektivitasnya sementara advokat hak asasi hewan khawatir hal ini akan semakin membahayakan hewan yang organnya dipakai dalam ramuan obat seperti macan, badak, dan tenggiling.
"Meluasnya konsumsi obat tradisional China yang tidak diketahui efikasi dan potensi toksisitasnya akan membahayakan kesehatan konsumen yang tidak paham di seluruh dunia," kata ahli farmasi Dr Arthur Grollman dari Stony Brook University.











































