Rabu, 29 Mei 2019 17:29 WIB

Tuai Kritikan, Obat Tradisional China Diterima Masuk WHO

Firdaus Anwar - detikHealth
Bila diakui WHO artinya obat tradisional China bisa menjadi terapi standar di dunia. (Foto: Thinkstock) Bila diakui WHO artinya obat tradisional China bisa menjadi terapi standar di dunia. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Obat tradisional sudah berabad-abad digunakan di seluruh dunia untuk mencegah dan mengobati penyakit. Namun demikian dalam dunia medis obat tradisional ini biasanya hanya dianggap sebagai pelengkap dari layanan terapi medis utama.

Nah terkait hal tersebut akhir pekan lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk pertama kalinya menerima obat tradisional sebagai layanan kesehatan utama. Spesifiknya obat tradisional China yang memang sudah didokumentasikan dengan baik.


Detail tentang pemanfaatan obat tradisional tersebut akan dipublikasi di International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems atau ICD edisi ke-11.

"Fungsi dari ICD adalah untuk merekam informasi tentang semua kondisi kesehatan dan perawatannya... Alasan kenapa dimasukkan kondisi dan praktik pengobatan tradisional karena kenyataannya digunakan oleh ratusan orang di seluruh dunia," tulis WHO seperti dikutip dari CNN, Rabu (29/5/2019).

Tidak semua pihak menerima keputusan yang diambil WHO. Ada beberapa komunitas ilmuwan yang khawatir kalau obat tradisional masih kurang bukti tingkat efektivitasnya sementara advokat hak asasi hewan khawatir hal ini akan semakin membahayakan hewan yang organnya dipakai dalam ramuan obat seperti macan, badak, dan tenggiling.

"Meluasnya konsumsi obat tradisional China yang tidak diketahui efikasi dan potensi toksisitasnya akan membahayakan kesehatan konsumen yang tidak paham di seluruh dunia," kata ahli farmasi Dr Arthur Grollman dari Stony Brook University.

(fds/up)
News Feed