Jumat, 31 Mei 2019 09:43 WIB

Kelelahan Terjebak Macet di Tol Merak? Ini Saran Kemenkes

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Macet panjang yang terjadi di Gerbang Tol Merak bisa bikin lelah. Foto: Dikhy Sasra Macet panjang yang terjadi di Gerbang Tol Merak bisa bikin lelah. Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Arus lalu lintas mudik di Jalan Tol Tangerang-Merak sempat mengalami kemacetan sepanjang 6 kilometer dari Gerbang Tol Merak pada Kamis (29/5) lalu. Hingga kini, seorang pembaca detikcom mengatakan kendaraan yang ditumpanginya hampir tak melaju sama sekali dan memprediksi kemacetan masih terjadi sampai pelabuhan.

Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Anung Sugihantono, MKes, yang baru saja meninjau ke Merak dan menuju Lampung, mengantri di gerbang tol Merak saja bisa menimbulkan kelelahan bagi pemudik.

"Karena di lapangan parkirnya yang terbatas, dan suasananya panas. Saya sudah menengok itu semuanya dan kita punya pos kesehatan di sana. Cuma pos kesehatan kami di sana lebih kepada untuk memberikan layanan kesehatan bukan sebagai tempat istirahat, karena terlalu sempit kalau untuk tempat istirahat," tutur Anung kepada detikHealth saat ditemui di Gedung Kemenkes RI, Jumat (31/5/2019).

Agar tidak kelelahan, sangat disarankan untuk beristirahat kurang lebih 15-30 menit, maksimal setelah perjalanan selama 3-4 jam untuk kembali bugar lagi. Anung menyayangkan banyak yang masih mengabaikan saran ini dan tetap melanjutkan perjalanan tanpa istirahat.

"Kayak kemarin saya ke Lampung, saya lihat para pengemudi yang semestinya di kapal penyeberangan itu istirahat itu mereka malah masuk ke ruangan karaoke, nyanyi. Ya rileks, secara psikis iya, tapi secara fisik kan tetap harus istirahat. Apalagi jalur Jakarta-Merak cukup padat, cukup macet," imbuh dia lagi.


Oleh karena itu, ia kembali menyarankan bagi para pengemudi untuk tidak meremehkan persiapan fisik, terutama yang mudik dalam keadaan berpuasa.

Pemudik bisa memilih waktu berangkat setelah salat subuh, jika mengarah ke Timur dari Jakarta, ada kesempatan untuk beristirahat di Cikampek. Jika yang mengarah ke Barat, maka Anung menyarankan untuk memanfaatkan penyeberangan sebagai bagian dari istirahat.

Kemudian Anung juga mengingatkan bagi pemudik untuk memastikan kelengkapan kendaraan. Bagi para pemudik yang melalui jalur tol, menyiapkan saldo e-toll yang cukup atau sedikit lebih bisa menjadi antisipasi yang baik agar tidak mengganggu perjalanan.

"Kemarin saya menemukan beberapa yang tidak dilengkapi dengan sempurna, artinya e-toll nya kurang sehingga harus ngantri, harus nunggu, dan minta bantuan," katanya.

"Yang selalu pesankan jangan memaksakan. Pemerintah sudah memberikan fasilitas untuk istirahat, pemeriksaan kesehatan, dan yang lain-lain. Jangan memaksakan diri untuk selalu berjalan kalau memang sudah merasa harus istirahat, istirahatlah dan manfaatkan tempat istirahat yang tersedia. Kendaraannya prima, orangnya juga prima," pungkasnya.



(frp/up)