Jumat, 31 Mei 2019 11:31 WIB

Kemudikan Bus Pemudik 33 Jam Menuju Padang, Ini Siasat Dedi Cegah Ngantuk

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi mudik menggunakan bus. Foto: Dadang Hermansyah
Jakarta - Menempuh perjalanan yang jauh saat mudik di jalur darat memang rentan membuat lelah dan mengantuk. Terutama bagi para pengemudi, seperti Dedi (44) yang akan menempuh sekitar 33 jam dari Jakarta ke Padang menggunakan bus.

Dedi merupakan salah satu pengemudi bus Mudik Bersama Kementerian Kesehatan RI tahun ini. Sebagai seorang pria yang telah menjadi pengemudi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sejak tahun 1997 ini, Dedi punya trik simpel untuk mencegah ngantuk saat menyetir.

"Oh nggak pernah (ngantuk saat menyetir) saya. Cara ngatasinnya sebelum ngantuk kita istirahat. Minimal 30 menit lah, 30 menit tidur udah kan seger lagi tuh, jalan lagi," tutur Dedi saat berbincang dengan detikHealth, Jumat (31/5/2019).

Dalam perjalanannya mengantar pemudik ke Padang kali ini, ia tidak terlalu terburu-buru dalam menyetir. Jika para pemudik meminta istirahat, maka Dedi juga akan menuruti. Saat menepi ke rest area untuk beristirahat, Dedi juga memanfaatkan waktunya untuk tidur.


Ia juga ditemani dengan pengemudi lain yang akan bergantian dengannya, sehingga perjalanan jauh ini baginya tak terlalu jadi beban. Selama 4 jam sekali, ia akan bergantian istirahat untuk memulihkan stamina. Walau sedang puasa sekalipun.

"Dikasih vitamin sama Kementerian Kesehatan tadi. Insya Allah puasa ini. Kalau yang ngerasa namanya ngantuk pasti ngerasa ngantuk ya, cuma sebelum parah kita antisipasi berhenti aja dulu," ujar pria asal Sukabumi tersebut, soal tanggapannya akan kecelakaan yang terjadi akibat rasa ngantuk yang tidak terkendali.

Rasa ngantuk yang tidak terkendali bisa disebabkan oleh kurang tidur. Kadang, para pengemudi jarak jauh ini bisa berisiko terkena microsleep. Menurut praktisi kesehatan tidur dr Andreas Prasadja, RSPGT, walau berlangsung sangat singkat hingga nyaris tidak disadari, microsleep bisa memicu kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

"Microsleep adalah di mana keadaan seseorang dalam keadaan terkantuk-kantuk. Contohnya nih saat berkendara, dia beberapa kali tidur terus kebangun, Nah ini sudah bahaya sekali, di sini sebagian otaknya sudah tertidur, sangat bahaya bagi keselamatan di jalan," jelas dr Ade, kepada detikHealth beberapa waktu lalu.




Simak Juga 'Yuk Kenali Masalah Kesehatan Selama Mudik Lebaran!':

[Gambas:Video 20detik]

(frp/up)