Jumat, 31 Mei 2019 16:30 WIB

7 Penyebab Tidur Mangap Saat Mudik Naik Mobil

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang tidur mangap (Foto: iStock) Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang tidur mangap (Foto: iStock)
Jakarta - Malu banget rasanya begitu mendapati foto kita tertidur dengan mulut terbuka tersebar di grup keluarga. Duh, ada aja ya yang iseng!

Tapi tahu tidak, kalau ternyata ada beberapa alasan yang bisa membuat orang menjadi lebih sering 'mangap' selain dari faktor rasa lelah.

"(Tidur 'mangap' -- red) Bisa karena sudah saking cape atau ngantuknya, jadi kayak nempel molor. Tapi itu lebih bagus daripada sudah capek atau ngantuk tetap dipaksa," ujar drg Gusti Ayu Putri Langgeng Sari dari RS Mayapada Jakarta

Kepada detikHealth, drg Sari menjelaskan tujuh penyebab lainnya.



1. Karena otot sedang rileks
"Untuk menutup, otot-otot mulut berkontraksi. Untuk mengistirahatkannya, salah satu posisi rileksnya dengan cara terbuka yang seringkali tanpa disadar, jadinya tidurnya mangap," jelas drg Sari.

2. Sulit oksigen
Manusia yang normal akan melakukan proses pernapasan dari paru-paru menuju tenggorokan dan berakhir ke hidung atau mulut. Di tenggorokan terdapat cabang yang mengarah ke hidung atau mulut. Saat kamu kesulitan mendapatkan oksigen dari hidung, tubuh akan mencari dari jalur lain, yaitu mulut.

3. Kebiasaan tidur telentang

Kebiasaan tidur juga berpengaruh pada kebiasaan tidur dengan mulut terbuka. Coba evaluasi lagi.



4. Faktor kegemukan atau obesitas
"Badan menekan jalur napas jadi lebih sempit. Akhirnya pada saat tidur, mulut membantu mengumpulkan oksigen masuk sehingga kadang sering denger orang ngorok," tuturnya.

5. Trauma sendi rahang atau dislokasi sendi
Karena sering buka mulut terlalu lebar saat tertawa, menguap ataupun trauma akibat benturan ini bisa menyebabkan terjadinya terjadi pergeseran letak sendi tulang rahang. Biasanya timbul nyeri yang bikin lebih nyaman tidur dengan mangap dan beberapa keluhan medis lainnya.

6. Bengkak pada gusi

"Sakit gigi atau infeksi pada gusi membuat sel-sel dari gusi menjadi radang dan bengkak. Salah satu efek peradangan adalah terjadinya nyeri. Ketika gusi mengalami bengkak dan nyeri (kadang terasa seperti berdenyut), kita akan berusaha mengurangi nyeri dengan cara merilekskan otot-otot rahang sehingga menyebabkan mulut terbuka," ungkap drg Sari,

7. Kebiasaan sejak lama

Faktor lain yang berperan adalah kebiasaan tersebut yang selalu dilakukan saat tidur sejak lama atau sejak kecil.

"Ketika hal ini sering terjadi, maka otak dan saraf-saraf akan merekamnya. Lama-kelamaan tubuh akan beradaptasi dan merasa nyaman dengan posisi dengan mulut terbuka tersebut. Nah, ini nih butuh pelan-pelan menghilangkan bad habit," tutupnya.

(ask/up)