Jumat, 31 Mei 2019 20:00 WIB

Minum Kopi dan Minuman Berenergi Saat Nyetir, Manjurkah Melawan Kantuk?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Minum kopi saat berkendara punya aturan tersendiri. (Foto: iStock) Minum kopi saat berkendara punya aturan tersendiri. (Foto: iStock)
Jakarta - Agar tidak tambah ngantuk di jalan, banyak yang mempersiapkan 'doping' agar tetap terjaga dan tidak merasa lelah saat nyetir. Kebanyakan yang menjadi dopingan adalah kopi atau minuman berenergi. Hm.. kira-kira manjur tahan kantuk nggak?

"Biasanya nih ibu-ibu sudah nyiapin kopi lah, minuman energi, apa segala macam, itu nggak ada gunanya. Saya bukan menentang atau melarang tapi orang harus tau cara minumnya." tutur praktisi kesehatan tidur dari RS Mitra Keluarga Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RSPGT saat dijumpai detikHealth, Jumat (31/5/2019).

dr Ade, sapaannya, menambahkan ketika menyetir di siang hari, jam-jam rawan ngantuk adalah sekitar jam 1 siang. Saat bepergian sebagian orang tidak puasa sehingga akan minum kopi atau minuman berenergi lainnya pada jam-jam rawan tersebut.



"Ini ceritanya kalau sedang tidak puasa ya. Kalau kelihatan sudah mulai ngantuk, nomor 1 yang harus dilakukan ya minggir. Cari tempat aman, berhenti baru minum kopi atau penambah energi terus tidur," tambahnya.

"Dan kafein itu baru kick in atau bekerja setelah dikonsumsi 30 menit. Begitu bangun, kafeinnya juga pas kerja. Jadi kan segar bugar tuh. Nah itu baru benar dan bisa melanjutkan perjalanan," sambungnya.

Tidur siang memiliki siklus sekitar 20 menit. Jadi usahakan tidur setelah minum kopi atau doping yang lain. Dengan tidur, tubuh akan mendapatkan segala manfaat tidur. Kemampuan otaknya segar lagi, moodnya juga baik lagi.

"Jadi begitu sudah minum dan istirahat, emosinya terjaga, konsentrasinya kembali, kewaspadaannya balik dan dia mendapatkan manfaat dari tidur tadi," pungkasnya.

Punya tips menahan kantuk saat berkendara menuju kampung halaman? Share di komentar ya, pembaca lain yang tengah mudik mungkin butuh saran kamu.

(kna/up)