Minggu, 02 Jun 2019 20:00 WIB

Beberapa Kiat Ani Yudhoyono Obati Diri Saat Masuk Angin

Sudrajat - detikHealth
Mendiang Ani Yudhoyono dan kecintaannya pada fotografi. (Foto: Ani Yudhoyono/Instagram) Mendiang Ani Yudhoyono dan kecintaannya pada fotografi. (Foto: Ani Yudhoyono/Instagram)
Jakarta - Menjadi Ibu Negara dengan beragam kegiatan tentu membutuhkan stamina fisik yang prima dan segar. Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono mengaku beruntung karena memiliki ayah seorang militer yang selalu mendidiknya untuk melatih kekuatan tubuh. Ia juga terlatih mengikuti banyak kegiatan sebagai istri prajurit yang membentuk kekuatan staminanya.

Karena itu tak heran bila sebelum menjadi Ibu Negara, Ani Yudhoyono mengaku tak pernah mengidap penyakit serius. "Paling sering ya saya masuk angin. Sebentar saja berada di luar, perut langsung kembung dan tubuh panas dingin," ungkap Ani dalam buku "Ani Yudhoyono: 10 Tahun Perjalanan Hati" yang ditulis Alberthiene Endah.

Saat menjadi Ibu Negara, masuk angin kerap dialami Ani Yudhoyono. Apalagi bila sedang melakukan kunjungan ke daerah, dan harus menyapa masyarakat. "Jika sudah kliyengan, terpaksalah saya menjalani kearifan lokal yang tiada duanya: kerikan," kata Ani di halaman 291 buku tersebut.

Ia menyebut Mbak Sunarti (Narti), penata rambut, sebagai juru kerik andal. Mba Narti, kata Ani, biasa melakukan tugasnya dengan total dan "tega". Tak akan dibiarkannya satu area di punggung Ani untuk terbebas dari kerikannya. Keluhan atau pun protes agar aksi kerik dihentikan biasa dibantahnya.

"Belum Bu, belum semua ini. Harus semua," kata Ani menirukan "pembangkangan" stafnya itu.



Begitu selesai dan melihat punggung di cermin, Ani mengaku suka terkaget-kaget sendiri. "Sudah seperti zebra saja, penuh dengan loreng-loreng."

Setelah dikerik, Ani biasanya minum air teh panas dicampur Tolak Angin. Cara itu dirasakan manjur untuk menghangatkan badan dan mengusir angin.

Selait dikerik, pijat menjadi rutinitasnya sehabis bepergian. Ani menyebut Mba Yuli sebagai pemijat yang sangat oke. Ia semula pemijat Airlangga, putra Ibas dan Aliya. "Lalu saya mencoba dan ternyata enak sekali," kata Ani.

Kebiasaan khas lain yang kemudian dilakukan sekembali dari perjalanan panjang adalah minum rebusan dedaunan, seperti daun salam, sirsak, atau sukun. "Saya minum begitu saja tanpa gula. Dampaknya enak untuk tubuh," kata Ani di halaman 293 buku tersebut.

(up/up)
News Feed