Rabu, 05 Jun 2019 12:11 WIB

Saat Lebaran, Mending Ditanya 'Kapan Nikah' atau Disinggung Pilihan Politik?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Pertanyaan sensitif seperti kapan kawin bisa merusak momen silaturahmi (Foto: iStock) Pertanyaan sensitif seperti kapan kawin bisa merusak momen silaturahmi (Foto: iStock)
Jakarta - Momen lebaran memang paling ditunggu-tunggu, banyak makanan dan bertemu dengan keluarga besar. Tetapi, ada satu hal yang sepertinya tidak menyenangkan, yaitu pertanyaan 'kapan nikah?', bikin baper alias terbawa perasaan terutama bagi para jomblo.

Sayangnya bukan hanya pertanyaan 'kapan nikah?' yang kini menghantui momen lebaran. Sejak Pilpres 2019 silam, obrolan seputar pilihan politik sulit sekali dihindari dalam setiap momen kumpul-kumpul. Nggak asyik kan, kalau sedang silaturahmi ada yang menyinggung siapa pilih apa?

Tapi sebenarnya mana sih yang lebih bikin tidak nyaman, ditanya 'kapan nikah' atau disinggung-singgung soal pilihan politik? Seorang karyawan swasta di Jakarta, Ardi (28) menyatakan bahwa pertanyaan 'kapan nikah?' masih menjadi pertanyaan paling menyeramkan saat lebaran.

"Kalau diajak debat tinggal bilang keduanya punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tinggal gimana kita melihat dari sudut pandang sendiri-sendiri. Nah kalau pertanyaan kapan nikah harus gua siapin dulu nanti haha," ujarnya kepada detikHealth.

Sama halnya dengan Tora (25), karyawan swasta di Jakarta. Ia mengatakan bahwa lebih menyeramkan pertanyaan 'kapan nikah?' ketimbang ditanya perihal pilihan saat pilpres (pemilihan presiden) lalu.

"Gue sama keluarga bodo amatan soal beda pilihan," tegasnya.



Karyawan swasta lainnya, Tripa (25) juga senada dengan Tora dan Ardi. Menurutnya pertanyaan 'kapan nikah?' lebih membuat gelisah. Meskipun ia mengatakan bukan termasuk kedua kubu, baik cebong dan kampret, Tripa hanya ingin menjadi warga negara yang baik tanpa harus memperdebatkan perbedaan pilihan.

"Biarlah yang punya kepentingan aja yang kubu-kubuan jadi penyelenggara negara atau jadi oposisi, rakyat mah jadi warga yang baik dan bener aja dulu, sambil ngawasin pemerintahan yang sekira perlu dikritik ya kritik," ungkapnya.

Karyawati di salah satu pekerjaan swasta, Ais (22) juga lebih seram saat ditanya 'kapan nikah?'. Meskipun ia bisa menjawab kedua pertanyaan tersebut, tapi menurutnya pertanyaan kapan nikah lebih membuatnya takut.

"Walaupun sama-sama bisa jawab 'emang kenapa?' haha. Apalagi pacaran lama kayak gua, deg-degan," curhatnya.

Namun berbeda dengan Zizu, wanita berusia 24 tahun ini justru lebih takut saat ditanya 'kamu cebong atau kampret?'. Menurutnya, pertanyaan tersebut bisa memicu perdebatan yang tak kunjung usai dalam keluarganya.

"Kalau ditanya kapan nikah paling kita udah tau gimana ngakalinnya. Tapi kalau cebong kampret meski konteksnya bercandaan, kalau yang die hard juga bisa kesinggung. Buka diskusi panjang nggak kelar-kelar," tuturnya.



Kalau detikers, lebih nggak nyaman ditanya 'kapan nikah?' atau disinggung-singgung soal pilihan politik nih? Tulis di komentar. (wdw/up)
News Feed