Rabu, 05 Jun 2019 14:18 WIB

Cara Asyik Hadapi Kerabat yang Hobi Ngomong Politik Saat Lebaran

Widiya Wiyanti - detikHealth
Momen silaturahmi bisa berantakan gara-gara obrolan tentang topik sensitif (Foto: thinkstock) Momen silaturahmi bisa berantakan gara-gara obrolan tentang topik sensitif (Foto: thinkstock)
Jakarta - Munculnya topik 'kapan nikah' di momen sudah terlalu mainstream. Kini ada topik lain yang lebih mengerikan, yakni soal perbedaan pilihan politik. Topik yang bila tidak disikapi dengan bijak bisa merusak momen silaturahmi.

Nggak mau kan momen silahturahmi rusak karena perbedaan pilihan? Psikolog klinis dari Personal Growth Kantiana Taslim, MPsi, Psikolog mengatakan bahwa bagaimana kita menjawab bisa membuat suasana mencair, misalnya dengan menambahkan humor di dalamnya.

"Tentunya humor yang digunakan juga harus sopan (terutama kepada orang yang lebih tua), tidak berbau SARA ataupun ujaran kebencian," katanya kepada detikHealth.



Selain menambahkan selingan humor, menjawab dengan asertif atau ketegasan juga bisa menjadi alternatif jawaban agar perbincangan tidak berujung pada perdebatan panjang.

"Maksudnya adalah, berikan jawaban yang lugas dan tegas, namun sampaikan bahwa kamu tidak ingin berargumen karena tetap ingin suasana silahturahmi berjalan hangat. Diskusi nantinya dapat dilakukan di waktu lain," anjur psikolog yang akrab disapa Nana ini.

Tentunya, kita semua harus peka terhadap situasi sehingga bisa memberikan jawaban yang paling tepat. Salah menjawab bisa-bisa kacau momen silahturahmi saat lebaran.

(wdw/up)
News Feed