Senin, 10 Jun 2019 13:22 WIB

5 Tanda Kamu Terlalu Banyak Konsumsi Gula saat Libur Lebaran

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Minuman manis. Foto: shutterstock Minuman manis. Foto: shutterstock
Jakarta - Usai libur lebaran, mulai nampak gejala-gejala yang membuat tubuh tidak nyaman. Coba ingat-ingat dan evaluasi apa saja yang kamu konsumsi selama lebaran, kebanyakan makan kue lebaran atau mungkin tanpa sadar terlalu banyak minum sirop di rumah sanak saudara?

Dikutip dari SELF, berikut ini adalah beberapa hal yang menunjukkan tanda kamu kebanyakan mengonsumsi gula. Brooke Alpert, MS, RD, penulis 'The Sugar Detox: Lose Weight, Feel Great and Look Years Younger' membagikannya untuk kamu semua.


1. Kepengin gula terus dan terus

Semakin banyak gula yang kamu konsumsi, kamu jadi semakin kepengin makan yang manis-manis lagi. Alpert menyebut hal ini menjadi lingkaran setan karena benar-benar adiktif!

"Dengan diet tinggi gula, kamu menyebabkan respons hormonal dalam tubuh jadi kayak gelombang, itu membuat kamu merasa 'high' dan kemudian 'terjun bebas', dan ini memicu tubuhmu menginginkan lebih banyak gula," jelasnya.

2. Indera perasa kamu berubah

"Makan terlalu banyak gula pada dasarnya membombardir seleramu," kata Alpert.

"Terlalu banyak gula menyebabkan toleransi rasa manis meningkat, jadi kamu membutuhkan lebih banyak dan lebih banyak lagi gula untuk memuaskan 'ngidam' yang manis-manis itu." lanjutnya.

Nah, ketika kamu mulai bisa mengontrol lagi konsumsi gula yang kamu yang sudah kelewat batas, lama-lama lidah juga akan menyesuaikan lagi.

3. Jadi nggak energik

Setelah gula menyebabkan lonjakan insulin pada awal dan menciptakan perasaan bersemangat, tapi perasaan itu bisa justru 'nyusruk' alias turun setelah efek tersebut hilang.

"Energi paling stabil ketika gula darah stabil, jadi ketika kamu mengonsumsi terlalu banyak gula, pasang surut gula darah menyebabkan naik turunnya energi," ujar Alpert. Mengonsumsi banyak gula juga bisa jadi membuat kamu tidak makan cukup protein dan serat, keduanya merupakan nutrisi penting untuk energi.


4. Kamu jauh lebih 'moody'
Lonjakan gula darah yang terjadi dan kembali turun membuat perubahan suasana hati, kamu pun bisa jadi lebih mudah marah karenanya. Apalagi kalau energi kamu juga ikut jadi lemas mulu bawaannya, perasaan juga jadi ikut nggak enak bawaannya.

5. Paling mudah disadari: naik berapa kilogram nih?

Gula berlebih adalah kalori berlebih, dan karena tidak mengandung protein atau serat, ia tidak membuat kamu kenyang. So, kamu jadi lebih sering makan deh.

Ini juga memicu pelepasan insulin, hormon yang memainkan peran besar dalam penambahan berat badan dan diabetes. Ketika kita makan makanan manis, pankreas melepaskan insulin, yang membawa gula ke organ kita sehingga bisa digunakan untuk energi.

Saat kamu mengonsumsi gula, tubuh diminta untuk memproduksi lebih banyak insulin - seiring waktu, konsumsi yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi insulin. Resistensi insulin berarti tubuh tidak dapat merespons jumlah insulin normal dengan baik dan karenanya tidak dapat menggunakan gula dengan cara yang benar.

(ask/fds)
News Feed