Selasa, 11 Jun 2019 18:30 WIB

Sering Lewati Mesin X-Ray di Bandara, Berbahayakah untuk Kesehatan?

Firdaus Anwar - detikHealth
Mesin x-ray memancarkan radiasi saat memeriksa tubuh dan barang bawaan penumpang. (Foto ilustrasi: Setkab.go.id) Mesin x-ray memancarkan radiasi saat memeriksa tubuh dan barang bawaan penumpang. (Foto ilustrasi: Setkab.go.id)
Jakarta - Mesin X-Ray digunakan di bandara untuk memeriksa barang bawaan dan tubuh calon penumpang dengan memancarkan radiasi. Terkait hal tersebut mungkin ada di antara kita yang khawatir kalau sering melewati mesin X-Ray bisa berdampak negatif bagi kesehatan.

Biasanya kekhawatiran muncul karena laporan atau imbauan terkait penggunaan X-Ray untuk keperluan medis. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memang pernah menyebut kalau penggunaan alat X-Ray medis harus hati-hati karena berisiko kanker meski kemungkinannya kecil.

Nah apakah hal yang sama berlaku untuk alat X-Ray di bandara?


Ahli kedaruratan medis Dr Lewis Nelson dari New Jersey Medical School menjawab orang-orang tak perlu mengkhawatirkan X-Ray di bandara. Alasannya karena dosis radiasi yang dipancarkan oleh alat tersebut sangat kecil sehingga tidak bisa menimbulkan efek negatif.

"Radiasinya sangat kecil sehingga bisa diabaikan," kata Dr Lewis seperti dikutip dari Live Science, Selasa (11/6/2019).

Nelson menyebut sebetulnya masih banyak hal di kehidupan sehari-hari yang bisa memberikan radiasi lebih tinggi dibandingkan mesin X-Ray di bandara. Mulai dari meja granit, buah-buahan, hingga udara yang kita hirup bisa memaparkan kita terhadap radiasi.

Bahkan situasi terbang itu sendiri bisa menempatkan seseorang lebih rentan terhadap radiasi dibandingkan melewati mesin X-Ray bandara. Menurut nelson satu menit di dalam pesawat terbang bisa membuat kita terpapar radiasi yang sama seperti satu kali melewati mesin X-Ray.

"Jadi sebetulnya ironis kalau orang-orang ketakutan terhadap paparan radiasi saat melewati pemeriksaan tetapi tidak ketika naik pesawat," pungkas Nelson.



X-ray Bikin Petugas Medis Berpotensi Tinggi Terkena Kanker? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]

(fds/frp)