Selasa, 11 Jun 2019 19:02 WIB

Walau Jijik dengan Toilet Umum Duduk, Ini Alasan Jangan Berjongkok

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Sebaiknya jangan paksakan jongkok di toilet duduk.. (Foto: istock) Sebaiknya jangan paksakan jongkok di toilet duduk.. (Foto: istock)
Jakarta - Dalam perjalanan misalnya saat mudik atau berlibur, pasti mau tidak mau harus menggunakan toilet umum ketika tak sanggup menahan rasa kebelet buang air. Toilet umum kini didominasi dengan toilet duduk, dan terkadang kita tak bisa menjamin kebersihannya.

Mungkin beberapa dari kita merasa tak masalah berjongkok atau menutupi dudukannya dengan tisu toilet. Dengan tujuan mengurangi kemungkinan mentransfer bakteri dan kuman ke tubuh atau alat kelamin kita dan berisiko infeksi.

Namun, Dr Preethi Daniel, seperti dikutip dari Mirror UK, mengatakan kemungkinan tertular penyakit atapun infeksi dari toilet umum sangat kecil. Untuk bisa tertular langsung, maka kuman dan bakteri harus langsung kontak dengan saluran kencing atau melalui luka terbuka di kaki dan pantat.


Ia menyebut, justru perilaku kita yang seakan 'mencegah' penularan bakteri itu bisa lebih berbahaya. Misalnya dengan ribet membersihkan dan mencoba untuk berjongkok, malah membuat kita lebih berisiko tinggi terkena infeksi saluran kencing (ISK).

"Sibuk berjongkok atau berusaha untuk tidak menyentuh dudukan toilet dan terburu-buru keluar dari toilet justru perilaku yang bisa menyebabkan kita terkena infeksi saluran kemih. Tidak benar-benar mengosongkan kandung kemih, karena terburu-buru atau berjongkok, justru mengekspos tubuh kita pada bakteri yang membahayakan," terangnya.

Satu-satunya penyakit yang bisa berisiko terkena saat kita berada di toilet umum yang kotor adalah yang disebabkan oleh bakteri E.coli atau Salmonella. Oleh karena itu, Dr Daniel menyarankan saat menggunakan toilet umum adalah tidak lupa mencuci tangan dengan bersih atau menyiapkan hand sanitizer.



Waspadai Toilet Agar Tidak Tertular Penyakit Ini, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]

(frp/fds)