Kamis, 13 Jun 2019 19:42 WIB

Keracunan Buah Leci, 31 Anak di India Meninggal Karena Radang Otak

Firdaus Anwar - detikHealth
Buah leci bisa berisiko sebabkan keracunan. Foto: iStock Buah leci bisa berisiko sebabkan keracunan. Foto: iStock
Jakarta - Setidaknya sekitar 31 anak di daerah utara India dilaporkan meninggal dunia dalam rentang waktu 10 hari terakhir. Penyebabnya menurut keterangan otoritas setempat karena mereka mengalami keracunan buah leci.

Menurut keterangan salah satu petugas medis, Ashok Kumar Singh, semua anak yang meninggal menunjukkan gejala radang otak akut. Kebanyakan juga menunjukkan tanda-tanda penurunan mendadak kadar gula darah.

"Kami berusaha sebisa mungkin menyelamatkan nyawa mereka," ujar salah satu petugas, Ashok Kumar Singh, seperti dikutip dari ABC Australia pada Kamis (13/6/2019).


Mungkin jarang diketahui banyak orang, namun buah manis yang sering diolah dalam berbagai jenis hidangan tersebut memang bisa beracun. Hal ini terutama berlaku bagi orang-orang yang sudah mengalami kadar gula darah rendah atau hipoglikemia.

Studi yang dipublikasi di jurnal The Lancet menyebut leci memiliki toksin bernama hypoglycin A yang dapat menghambat tubuh untuk memproduksi glukosa. Pada anak-anak yang perutnya kosong dan lapar gula darah di tubuhnya sudah rendah sehingga bila mengonsumsi leci akan semakin rendah lagi.

Organ tubuh terutama otak membutuhkan glukosa sebagai bahan bakar. Oleh karena itu ketika kadar glukosa dalam darah sangat rendah tubuh akan mulai alami gangguan fungsi dan kerusakan.

Gejalanya mulai dari yang ringan seperti lelah, pucat, berkeringat, jantung berdebar, dan sulit konsentrasi. Hingga bila dibiarkan lama-lama akan memicu kejang, hilang kesadaran, dan pada akhirnya meninggal dunia.

(fds/frp)