Jumat, 14 Jun 2019 10:55 WIB

Faktor Risiko Kanker Hidung Seperti yang Diidap Pebulutangkis Lee Chong Wei

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pebulutangkis Lee Chong Wei memutuskan pensiun. (Foto: Grandyos Zafna) Pebulutangkis Lee Chong Wei memutuskan pensiun. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Pebulutangkis asal Malaysia, Lee Chong Wei, harus pensiun dari karirnya sebagai atlet karena kondisi kesehatannya. Saat mengumumkan kemunduran dirinya, Lee Chong Wei mengatakan dia harus pensiun karena mengidap kanker hidung.

Meski telah menjalani proses pengobatan dan penyembuhan, pensiun dari atlet dengan berat hati dipilihnya karena sudah tidak dapat menjalani latihan sebagaimana biasanya.

Kanker hidung yang diidap oleh Lee Chong Wei disebut cukup langka dan biasanya menyerang pria yang berusia diatas 40 tahun. Kanker hidung akan muncul di rongga hidung, bagian belakang tulang dahi, bagian dalam struktur tulang pipi, kedua sisi batang hidung, dan belakang mata.

Mengutip situs Cancer Research UK, beberapa penelitian menunjukkan beberapa pekerjaan meningkatkan risiko kanker hidung. The Health and Safety Executive menyatakan bahwa sekitar sepertiga kanker sinus hidung dan paranasal terkait dengan pekerjaan yang diantaranya:


- Debu kayu: orang yang bekerja di pertukangan kayu, termasuk pembuat furnitur dan kabinet, lantai kayu dan industri terkait kayu lainnya
- Debu kulit: pembuat sepatu dapat terkena debu kulit
- Chromium: bahan kimia yang digunakan dalam stainless steel, tekstil, plastik, kulit. Penggunaan kromium sekarang dibatasi di Eropa.
- Nikel: paparan logam yang digunakan untuk membuat stainless steel
- Formaldehyde: bahan kimia industri yang digunakan untuk membuat bahan kimia lain, bahan bangunan, dan produk rumah tangga
- Serat kain: orang yang bekerja di pabrik tekstil mungkin terkena serat ini

Selain itu, paparan pada virus HPV (Human papilloma virus) juga menjadi faktor risiko kanker hidung. "2 dari 5 kasus kanker hidung terkait dengan terinfeksi virus HPV," demikian dikutip situs tersebut.

Faktor risiko terbesar untuk kanker hidung adalah kebiasaan merokok. Rokok mengandung nitrosamin dan bahan kimia lain yang menyebabkan kanker. Saat merokok, asap tersebut dapat melewati rongga hidung menuju paru-paru.

"Risiko meningkat semakin lama merokok. Banyak merokok, meningkatkan risiko lebih tinggi lagi. Berhenti merokok adalah hal terbaik yang dapat dilakukan dan akan mengurangi risiko terkena kanker," pungkasnya.



Faktor Risiko Kanker Hidung Seperti yang Diidap Pebulutangkis Lee Chong Wei
(kna/wdw)