Jumat, 14 Jun 2019 16:30 WIB

Bukan Tapioka, Tapi Gula yang Ada pada Bubble Tea Justru Berbahaya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Gula yang terkandung di bubble tea bisa mengganggu sistem pencernaan. Foto: iStock Gula yang terkandung di bubble tea bisa mengganggu sistem pencernaan. Foto: iStock
Jakarta - Akhir-akhir ini bubble tea kerap menjadi perbincangan, bukan karena rasanya, tapi karena pemberitaan seorang gadis berusia 14 tahun asal China harus dirawat di rumah sakit setelah dokter menemukan adanya 'tumpukan' bubble tea di tubuhnya yang tidak bisa tercerna dengan baik.

Bola-bola hitam atau biasa disebut bubble pearl dalam bubble tea terbuat dari tapioka. Disebut-sebut tapioka lah yang membuat bubble tea sulit dicerna dan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Namun menurut ahli gizi dan Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA), Dr Rita Ramayulis, DCN, MKes, yang berbahaya bukanlah kandungan tapioka, melainkan kandungan gula yang ada pada bubble tea.

"Dalam satu gelas bubble tea yang ukurannya biasanya besar kan sekitar 330 cc, itu kurang lebih 50 gram gula," ujarnya kepada detikHealth, Jumat (14/6/2019).



Seperti yang kita tahu, gula memang tidak baik dikonsumsi secara berlebihan karena dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Berkaitan dengan sistem pencernaan, gula juga dapat mengganggu keseimbangan flora di usus.

"Gula yang tinggi bisa mengganggu flora di usus, bisa terjadi ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat di usus. Semakin banyak gula, makan bakteri jahat akan melebihi jumlah bakteri baik yang kemudian bisa menyebabkan menurunnya imunitas," lanjut Rita.

Sementara, tapioka sebagian besar mengandung pati resisten yang mirip dengan serat, tidak bisa dicerna di saluran pencernaan namun menghasilkan energi untuk bakteri baik dalam usus besar.

"Boleh dimakan dan berfungsi baik untuk keseimbangan bakteri usus," tandasnya.

Bukan Tapioka, Tapi Gula yang Ada pada Bubble Tea Justru Berbahaya
(wdw/fds)
News Feed