Minggu, 16 Jun 2019 20:52 WIB

Faktor Risiko Glioblastoma yang Diidap Agung Hercules, Salah Satunya Radiasi

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Agung Hercules dikabarkan terkena kanker otak. Foto: Agung Hercules (dok. Instagram) Agung Hercules dikabarkan terkena kanker otak. Foto: Agung Hercules (dok. Instagram)
Jakarta - Kabar Agung Hercules mengidap glioblastoma atau salah satu jenis kanker otak menyita perhatian warganet. Agung kini terlihat kurus dan kepala yang botak.

Dikutip dari Web MD, glioblastoma merupakan tumor ganas stadium empat yang terbentuk di otak. Tumor ganas atau kanker ini biasanya muncul di salah satu sisi otak, namun juga bisa menyebar ke sisi otak lainnya namun tidak ke organ lain.

Penyebab dari penyakit ini belum diketahui, namun ada beberapa faktor risiko yang diketahui bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit ini. Dirangkum dari beberapa sumber, faktor risiko tersebut antara lain:



1. Usia
Risiko mengidap kanker otak semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Glioblastoma umum ditemui pada orang dewasa pada rentang usia 45 hingga 65 tahun, dan semakin besar pada pria dibandingkan wanita. Namun hal ini tidak menutupi bahwa glioblastoma bisa terjadi pada usia berapapun, bahkan anak-anak sekalipun.

2. Paparan radiasi
Bagi orang yang memiliki paparan radiasi, seperti radiasi ion mislanya, memiliki risiko tinggi terkena kanker otak. Radiasi ion terdapat pada radioterapi yang digunakan untuk menangani kanker dan radiasi bom atom. Sejauh ini, medan elektromagnetik dari saluran listrik dan radiasi radiofrekuensi dari microwave belum terbukti menunjukkan peningkatan risiko penyakit ini.

Sama halnya dengan radiasi ponsel, meski beberapa ada studi yang mengaitkan kemungkinan antara penggunaan ponsel dengan salah satu jenis kanker otak yang disebut neuroma akustik. Karena ponsel adalah faktor yang relatif baru, maka riset jangka panjang dibutuhkan untuk memahami dampak potensial pada risiko kanker. Mengurangi penggunaannya bisa menjauhkanmu dari kemungkinan terburuk.

3. Riwayat keluarga
Meski langka untuk diturunkan, namun apabila ada anggota keluarga yang pernah mengalami glioblastoma bisa menggandakan risiko seseorang mengalaminya. Akan tetapi masih dibutuhkan studi dan riset lebih lanjut untuk memastikan kaitan antara variasi genetik ini dengan kanker otak.

Beberapa penyakit juga dikaitkan dengan peningkatan risiko glioblastoma, meliputi sindrom Turcot, Li-Fraumeni, dan neurofibromatosis. Akan tetapi penyakit-penyakit tersebut hanya menjelaskan sebagian kecil diagnosis.

(frp/fds)