"Tidak gatal sih, tapi mengganggu. Tiap hari membersihkan dapat 1 ember," kata perangkat Desa Capang M Basri dikutip dari detikcom, Minggu (23/6/2019).
Dikutip dari situs Poison Control, sangat disarankan menghindari kontak dengan ulat bulu. Meski tidak selalu berbahaya, gatal atau reaksi lain yang muncul akibat kontak dengan bulu atau duri di tubuhnya bisa sangat mengganggu keseharian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dengan banyaknya jumlah ulat bulu, menghindari kontak mungkin tidak mudah dilakukan. Apalagi ulat bulu kadang ngumpet di bawah daun sehingga tak terlihat mata. Bila ulat bulu terlanjur kontak dengan kulit tak perlu panik. Berikut saran yang bisa dilakukan.
1. Singkirkan segera
Ulat bulu yang terlanjur nempel di kaki, tangan, atau bagian tubuh lain harus segera disingkirkan. Tentunya jangan pakai tangan kosong supaya rambut yang menyebabkan gatal tidak nempel di kulit.
2. Tempelkan selotip di bagian yang kontak
Selanjutnya, bagian tubuh yang kontak langsung dengan ulat bulu segera ditempel selotip. Hal ini untuk mencabut bulu yang mungkin ada di kulit dan mengakibatkan gatal. Selain selotip, berbagai sarana bisa digunakan asal memiliki daya lekat yang kuat dengan kulit.
3. Cuci dengan air mengalir
Setelah selotip dilepas segera cuci bagian yang luka dengan air mengalir. Bila daerah yang kontak menjadi kemerahan, gatal, atau terjadi reaksi lain yang mengganggu sebaiknya segera ke dokter.











































