Senin, 01 Jul 2019 13:28 WIB

Si Bulan, Ambulance Gratis Untuk Masyarakat Miskin

Arbi Anugrah - detikHealth
Siaga Ambulance (Si Bulan). Foto: Arbi Anugrah Siaga Ambulance (Si Bulan). Foto: Arbi Anugrah
Purwokerto - Berawal dari misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat miskin yang membutuhkan bantuan untuk dapat menuju tempat layanan kesehatan menggunakan mobil ambulans secara gratis. Kini jejaring Siaga Ambulance (Si Bulan) yang pertama kali hadir di Kota Purwokerto telah menyebar ke seluruh Indonesia.

Menurut Heri Kristanto Koordinator Si Bulan Purwokerto mengatakan jika Si Bulan pertama kali diinisiasi oleh komunitas anak muda Islam, Zona Bombong di Pondok Pesantren Nurul Huda. Pada saat itu pondok pesantren membeli ambulance yang akan digunakan untuk melayani masyarakat secara gratis.

"Lalu kita share ke publik ternyata animo masyarakat luar biasa sampai kita over load," kata Heri saat berbincang dengan detikcom, dalam Kopdar Si Bulan tingkat Nasional di komplek Goa Lawa Purbalingga, Minggu (30/6/2019).

Dia mengatakan, saat itu akhirnya muncullah gagasan untuk membuat jejaring Siaga Ambulance di Kota Purwokerto dimana mencari orang yang mempunyai semangat yang sama untuk membantu masyarakat miskin mendapatkan layanan ambulance.

Beberapa ambulance yang ada di Kota Purwokerto saat itu diajak duduk bersama untuk berkolaborasi atas nama kemanusiaan agar dapat saling membantu dan bekerjasama supaya semakin banyak masyarakat yang terbantu.

"Mulai dari yang cuman awal tujuh ambulance, lalu kita masing-masing ajak satu-satu akhirnya berkembang ke Kebumen, Purbalingga, Cilacap lalu berlanjut lagi Jogjakarta, Solo, Jakarta, Semarang dan kota kota lainnya, dan sebenarnya di luar Jawa juga ada tapi memang ini sifatnya solidaritas dan masih banyak yang mau bareng bareng melayani masyarakat secara gratis," jelasnya.



Siaga Ambulance (Si Bulan).Siaga Ambulance (Si Bulan). Foto: Arbi Anugrah


Heri yang juga pegiat di Zona Bombong ini tidak pernah menyangka jika banyak komunitas, organisasi, perusahaan tertarik untuk dapat membantu masyarakat miskin mendapatkan akses layanan ambulance gratis di wilayahnya masing-masing. Dalam tiga tahun terakhir ini, jejaring Si Bulan sudah menyebar hingga keluar Jawa seperti Aceh, NTB dan Makassar, hingga akhirnya melaksanakan Kopdar Nasional.

"Tidak pernah terpikirkan akan menjadi sebesar ini dan sama sekali tidak, karena tidak ada alasan yang paling menarik untuk teman teman ikut terlibat selain kemudian ada kesamaan rasa kemanusiaan, dan itu tidak bisa diukur dengan uang. Kita tidak bisa bayar sekian banyak (acara kopdar), mereka datang dengan uang sendiri, nginep sendiri," ungkapnya.

Untuk dapat menguatkan komunitas yang tergabung dalam jaringan Si Bulan ini, pihaknya mengadakan Kopdar Nasional Si Bulan. Pasalnya bukan hanya layanan antar jemput saja yang dilakukan jejaring Si Bulan, tapi juga pendampingan pasien pasien miskin yang terbatas pengetahuan prasyarat pelayanan kesehatan. Adapula rumah singgah yang disiapkan untuk pasien dan keluarga pasien yang hendak berobat di Yogyakarta, Jakarta dan Purwokerto.

"Kita punya relawan sendiri untuk mendampingi pasien atau keluarga pasien yang ingin bisa mengakses layanan kesehatan. Kita juga punya rumah singgah agar pasien yang akan berobat bisa nginep untuk istirahat dan paginya baru diantar oleh tim ambulance yang ada disitu secara gratis dan terkoneksi dengan ambulance yang ada di kota setempat," ucapnya.

Maka dari itu, lanjut dia harapan ke depannya teman teman dalam jaringan Si Bulan dapat semakin solid dan mempererat tali persaudaraan agar kolaborasi semakin kuat. Sehingga program program yang terdampak kemanfaatannya semakin banyak dan semakin bertambah.



Sementara menurut Rahmat Basuki, Panitia acara Kopdar Nasional Si Bulan yang juga Kordinator ambulan gratis wilayah Kabupaten Purbalingga mengatakan jika acara Kopdar ini hanya diikuti oleh 100 unit ambulance dari pulau Jawa. Sedangkan ambulance lainnya dari luar pulau Jawa masih berhalangan hadir.

"Saat ini yang ikut 100 unit, yang tergabung di Si Bulan. Jika seluruh Indonesia ada 130 unit, mulai dari Aceh, Makassar dan NTB," jelas Rahmat.

Dia juga menjelaskan jika dengan adanya kopdar dari jejaring Siaga Ambulance bisa menyamakan tujuan bersama untuk menolong warga duafa yang sedang kesulitan.

"Karena di antara warga miskin yang paling menderita itu adalah warga miskin yang sedang sakit dan mereka harus bolak balik kerumah sakit, mereka kadang sudah punya jaminan sosial berobat di rumah sakit gratis tapi antar jemput dari rumah ke rumah sakit belum ada yang nanggung. Maka kami memberi sedikit solusi dengan melayani antar jemput pasien miskin dengan gratis," kata Rahmat.

Rahmat sendiri sudah bergabung dengan Si Bulan selama tiga tahun, di mana saat itu dirinya melihat banyak ambulance gratis tapi tidak terkoneksi. Maka ketika terkoneksi dan bersinergi akan mempunyai manfaatnya yang lebih luas, efektif dan efisien, hingga akhirnya banyak anggota yang tertarik, termasuk relawan relawan kemanusiaan yang mendampingi masyarakat tidak mampu.

"Di Indonesia khususnya, ambulan ambulan jejaring Si Bulan mensolusikan bagi warga warga yang tidak mampu. Jika memang sangat tidak mampu kami gratisi, kalau yang mampu memberi infak semampunya, kita terima tapi tidak bertarif," ucapnya.

Untuk masyarakat yang ingin mendapatkan layanan gratis Si Bulan dapat menghubungi si Bulan yang ada di wilayah masing masing Kota, kapan pun selama 24 jam. Si Bulan siap melayani masyarakat sesuai SOP kesehatan.



Simak Video "Fungsi Macam-macam Suara Sirine Ambulans, Seperti Ini Bunyinya"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)