Jumat, 05 Jul 2019 13:05 WIB

Mengenal Ekoseksual, Ritual Berhubungan Intim dengan Alam

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi alam yang dikaitkan dengan ekoseksual. Foto: Ilustrasi hutan di Way Kambas (Thinkstock)
Jakarta - Banyak orang mulai menyadari betapa pentingnya menjaga lingkungan agar bumi tetap hidup, misalnya dengan tidak menggunakan produk yang terbuat dari plastik atau melakukan gerakan hemat energi.

Lain halnya dengan penganut ekoseksual. Mereka menunjukkan sikap cinta bumi dengan cara berhubungan seksual. Tren ini memang kontroversi, namun bagi mereka penganutnya, hal itu adalah cara terbaik untuk menjaga lingkungan.

"Ekoseksualitas adalah ekologi bertemu seksologi. Mereka membayangkan 'bumi sebagai kekasih' daripada 'bumi sebagai ibu'" kata Jennifer J. Reed, PhD, seorang sosiolog dari University of Nevada, Las Vegas, dikutip dari Health.



Reed menjelaskan, ekoseksual adalah istilah umum bagi orang yang memperlakukan alam sebagai mitra sensualnya. Tujuannya adalah untuk melindungi sumber daya alam daripada mengeksploitasinya.

Bagaimana mereka melakukannya? Salah satu cara yang paling umum adalah dengan bersentuhan langung antara kulit dengan tanah atau rumpuh. Menurut terapis seks di New York, Holly Richmond, PhD, ketika mereka kotor, mereka akan merasa sangat menikmatinya.

"Ini mungkin sesuatu tentang memiliki perasaan sentuhan kotoran atau rumput di kulit Anda, atau mengetahui bahwa Anda melibatkan alam ke dalam pengalaman seksual Anda," imbuh Richmond.

Sementara menurut Reed, para kaum ekoseksual akan mengekspresikan seksualitas mereka dengan membuat gerakan lingkungan yang lebih seksi, menyenangkan, dan beragam dalam bingkai gerakan aneh atau erotis.



Simak Video "Kata Psikolog Soal Siswi di Sulsel Dilecehkan Beramai-ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/fds)