Sabtu, 06 Jul 2019 18:15 WIB

Sayang! Nutrisi Ini Hilang Jika Kol Digoreng

Rosmha Widiyani - detikHealth
Sayur kol yang sebagian nutrisinya terbuang jika digoreng dengan banyak minyak. Foto: iStock Sayur kol yang sebagian nutrisinya terbuang jika digoreng dengan banyak minyak. Foto: iStock
Jakarta - Kol goreng jadi menu favorit baru masyarakat Indonesia. Kol tidak lagi sekadar direbus atau dikukus, namun digoreng dengan banyak minyak yang telah digunakan berulang.

Sayuran kol, seperti asupan sejenis lainnya, mengandung nutrisi yang lengkap dan seimbang. Asupan ini berisiko hilang akibat proses memasak dengan suhu tinggi, waktu yang lama, dan minyak yang banyak.

"Secara umum, makanan yang digoreng akan kehilangan banyak kandungan vitamin E. Menggoreng dengan banyak minyak (deep frying) juga dapat menurunkan kandungan beta karoten dan vitamin A," kata ahli gizi Mochammad Rizal dari Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA).
Proses menggoreng sebetulnya tidak menghilangkan seluruh nutrisi dalam sayuran. Vitamin B1, B2, dan B6 lebih mampu bertahan ketika digoreng daripada direbus atau dikukus. Namun menggoreng dengan deep frying meningkatkan kandungan lemak yang berisiko mengganggu kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Rizal menyarankan tidak memasak kol goreng dengan deep frying. Kol goreng bisa diperoleh dengan teknik sautee yang tidak perlu banyak minyak. Kol juga cepat masak karena digoreng dengan suhu tinggi.



Simak Video "Cara Makan Gorengan Tanpa Bikin Kolesterol Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/wdw)