Selasa, 09 Jul 2019 16:08 WIB

8 Penyebab Sakit Kepala: Dehidrasi, Anemia hingga Stroke

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Sakit kepala bisa disebabkan oleh hal-hal berikut ini. Foto: iStock Sakit kepala bisa disebabkan oleh hal-hal berikut ini. Foto: iStock
Jakarta - Rasa sakit kepala atau pusing merupakan salah satu kondisi kesehatan yang kita alami sehari-hari. Secara umum, sakit kepala bukanlah suatu kegawatdaruratan, namun juga bisa menjadi tanda dari suatu hal yang serius seperti misalnya stroke.

"Sakit kepala itu normal. (Kondisi ini) menunjukkan bahwa ada yang salah. Bisa jadi suatu hal simpel dan mudah diatasi atau bisa jadi tanda suatu hal lain terjadi di dalam tubuhmu," tutur Donnica Moore, MD, presiden Sapphire Women's Health Group di New Jersey, dikutip dari HuffPost.

Dr Moore menyarankan untuk segera duduk atau berbaring jika merasa pusing, karena jika memaksakan untuk beraktivitas atau bahkan menyetir bisa menyebabkan kecelakaan. Berikut adalah 8 penyebab umum dari sakit kepala:


1. Dehidrasi atau kepanasan
Kepanasan, berada di dalam pesawat jarak jauh, berolahraga terlalu keras, atau terlalu sibuk hingga lupa makan dan minum, merupakan alasan-alasan mengapa kamu bisa sakit kepala. Umumnya, kepala terasa berputar, maka dari itu pertolongan pertama adalah minum air putih atau segelas teh manis (untuk menambah kadar gula). Dr Moore menyarankan juga untuk berbaring selama beberapa menit dan pastikan beritahu seseorang bahwa kamu pusing.

2. BPPV: Benign Paroxysmal Positional Vertigo
Atau penyakit yang biasa disebut vertigo, di mana sakit kepala terasa lebih berat daripada biasanya. Menurut Dr Moore, semakin tua usia, kita akan semakin mungkin untuk terserang vertigo. Hal ini disebabkan adanya perubahan terkait usia di bagian dalam telinga dan menjadi tersangka dari hampir semua sakit kepala yang dirasakan oleh orang berusia lebih dari 50 tahun, demikian menurut Vestibular Disorders Association. Vertigo umumnya terjadi saat bangun tidur, dan bisa meningkat jika kamu tertidur dalam posisi tertentu. Oleh karena itu, mengubah posisi tidur dan kepala sesekali bisa mengurangi gejala terserbut di pagi hari atau konsultasikan ke dokter.

3. Stroke
Sakit kepala bisa jadi salah satu gejala pertama dari stroke, namun jika terjadinya mendadak disertai rasa lumpuh di salah satu sisi tubuh, kesulitan bergerak, sakit kepala parah atau sulit berbicara maka harus dibutuhkan penanganan segera. Stroke bisa disebabkan karena pecahnya pembuluh darah di otak (hemoragik) atau karena penyumbatan pembuluh darah (iskemik).

4. Efek samping obat
"Jika kamu membaca kertas di dalam kotak dari setiap obat yang diresepkan, sakit kepala tertulis menjadi efek samping yang mungkin terjadi," kata Dr Moore. Dan apabila kamu mengalaminya, bisa jadi kamu harus mengganti obatmu atau berhenti memakai obat yang sedang kamu minum. Biasanya obat tekanan darah yang sering menyebabkan sakit kepala, oleh karena itu harus dipantau ketat agar tekanan darah tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.

5. Anemia
Rendahnya kadar zat besi dalam tubuh dikenal dengan istilah anemia dan gejala yang paling sering muncul dan kita kenali adalah lesu dan lemah, ditambah sakit kepala. Suplemen penambah darah biasanya diresepkan untuk meningkatkan kadar darah. Setelah mengonsumsinya, biasanya gejala-gejala tersebut akan hilang.


6. Penyakit Meniere's
Penyakit yang mengganggu telinga bagian dalam ini biasanya menyerang orang pada rentang usia 40-50 tahun. Gejala yang ditimbulkan biasanya sakit kepala atau vertigo, terkadang tinnitus (suara melengking di telinga), kehilangan pendengaran atau merasa tekanan dan nyeri di telinga serta mual dan muntah. Penyebabnya belum diketahui, namun para ahli berspekulasi adanya jumlah cairan tak normal di telinga bagian dalam. Penyakit Meniere's belum ditemukan obatnya, namun biasanya akan diberikan berbagai obat-obatan untuk mengurangi gejalanya dan juga disarankan melakukan olahraga dan tidur yang cukup.

7. Hipoglikemia
Hipoglikemia merupakan kondisi di mana tubuh kekurangan gula, dan gejala utamanya adalah sakit kepala. Selain itu biasanya disertai keringat dingin, gemetar dan rasa sangat tidak nyaman. Tekanan darah bisa turun hingga menyebabkan pingsan, imbuh Dr Moore. Hipoglikemia lebih berisiko apabila terjadi pada pengidap diabetes. Atasi dengan meminum minuman manis atau makanan dengan karbohidrat kompleks seperti oatmeal. Jika kamu adalah pengidap diabetes tipe 2, kamu bisa membawa permen di kantungmu untuk dikonsumsi sewaktu-waktu dengan kadar gula yang tak terlalu tinggi. Hipoglikemia bisa menyebabkan kerusakan otak permanen apabila tak segera ditangani.

8. Tekanan darah rendah
Tekanan darah disebut rendah apabila berada di bawah angka 100/60. Tekanan darah yang rendah umumnya menyebabkan rasa sakit kepala. Tergantung apa alasan yang menyebabkan tekanan darah rendah, kondisi ini bisa diatasi. Misalnya dengan mengonsumsi garam atau minum lebih banyak air untuk menambah cairan yang akan meningkatkan volume darah, atau dengan obat-obatan tertentu.



Simak Video "Cerita Penulis Vabyo Kena Stroke di Usia 35 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)
News Feed