Rabu, 10 Jul 2019 15:25 WIB

Fakta Statistik Penyakit Sutopo PN, Termasuk Paling Mematikan di Dunia

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Laki-laki lebih banyak kena kanker paru (Foto: detikcom) Laki-laki lebih banyak kena kanker paru (Foto: detikcom)
Jakarta - Kanker paru merupakan penyakit di mana sel kanker bertumbuh di area paru-paru. Baru-baru ini, kanker paru menjadi sorotan usai menjadi penyebab Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), meninggal dunia pada Minggu (7/7) lalu.

Di seluruh dunia, kanker paru dikenal sebagai salah satu dari lima kanker paling mematikan, diikuti dengan kanker payudara, kolorektal, perut dan hati. Bahkan, kanker paru menjadi yang sering diidap, terbanyak pada pria.

Lebih jauh mengenal soal kanker paru, detikHealth telah merangkum berbagai fakta statistik dari berbagai sumber, berikut ini:



1. Salah satu kanker mematikan
Kanker paru, payudara, dan kolorektal (usus besar) merupakan tiga teratas tipe kanker yang paling sering diidap. Kanker paru jadi yang paling mematikan, dengan 1,8 juta kematian pada tahun 2018.

American Lung Association menyebutkan satu alasan mengapa kanker paru sangat mematikan adalah sangat sulit untuk menemukannya di stadium yang lebih awal. Butuh bertahun-tahun bagi kanker ini untuk bertumbuh dan biasanya tak disertai dengan gejala. Dan saat terdeteksi umumnya kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh.

2. Terbanyak diidap pria
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatata pada tahun 2018 lalu kanker paru menempati urutan pertama kasus kanker di dunia dengan pengidap sebanyak 2,09 juta jiwa. Sementara menurut data GLOBOCAN 2018, kanker paru merupakan kanker terbanyak yang diidap oleh pria di Indonesia dengan 22.440 jiwa (14 persen).

Kanker paru di Indonesia juga merupakan kanker ketiga terbanyak yang diidap baik wanita maupun pria, tercatat pada 30.023 kasus atau 8,6 persen dari keseluruhan kasus kanker.



3. Harapan hidup rendah
Harapan hidup lima tahun pada kanker paru cenderung rendah, yakni 18,6 persen dibanding kanker yang banyak menyerang pria lainnya seperti kolorektal (64,5 persen) dan prostat (98,2 persen). Saat masih terdeteksi lokal di sekitar paru-paru, harapan hidup pengidap kanker paru sebesar 56 persen.

Sayangnya, hanya 16 persen kasus kanker paru yang terdiagnosis pada stadium awal, menurut American Lung Association. Jika telah bermetastase atau menyebar ke organ lainnya, harapan hidup mereka hanya mencapai 5 persen. Rata-rata separuh orang dengan kanker paru meninggal dalam kurun waktu setahun usai terdiagnosis.

4. Rokok jadi tersangka utama
1 dari 15pria akan terkena kanker paru dalam hidupnya, sementara 1 dari 17 wanita bisa berisiko yang sama. Angka ini termasuk perokok aktif maupun perokok pasif, namun risiko semakin meningkat pada perokok aktif, demikian dikutip dari American Cancer Society.

WHO menyebut rokok menjadi faktor risiko utama dari kanker dan bertanggungjawab atas perkiraan 22 persen dari kematian akibat kanker, termasuk kanker paru yang terbesar. Kanker paru small cell menyebabkan 80 persen kematian baik pada pria dan wanita, sementara kanker paru non-small cell menyebabkan 90 persen.

Pria yang merokok 23 kali lebih mungkin terkena kanker paru, sementara wanita 13 kali lebih tinggi risiko, dibanding mereka yang tak pernah merokok. Sementara, prokok pasif memiliki 20-30 persen lebih tinggi terkena kanker paru apabila mereka terpapar sebagai secondhand smoker di rumah atau kantor.



Simak Video "Eksklusif! Perjuangan Sutopo Melawan Kanker Paru Stadium 4B"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)