Kamis, 11 Jul 2019 16:42 WIB

Alasan Bayi Lahir Prematur Seperti Salmafina Bisa Selamat dan Tumbuh Kuat

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Salmafina Sunan menyebut dirinya lahir prematur. Foto: dok. Rumpi: No Secret Salmafina Sunan menyebut dirinya lahir prematur. Foto: dok. Rumpi: No Secret
Jakarta - Kehebohan kembali muncul terkait nama Salmafina Sunan. Sempat viral videonya mengikuti kebaktian di gereja, ia akhirnya mengaku telah pindah keyakinan dalam tayangan 'Rumpi: No Secret'.

Salmafina juga menyebut soal sang ayah, pengacara Sunan Kalijaga, selalu menyebutnya sebagai anak yang kuat meski dulu terlahir prematur.

"Karena kalau ayah bilang aku prematur, Alma yang sebenarnya kuat bukan anak yang lemah. Kedua, karena Alma tahu kenapa Alma gini," tuturnya, seperti dikutip dari detikcom, Kamis (11/7/2019).


Prematur merupakan kondisi di mana bayi terlahir lebih awal dari hari perkiraan lahir (HPL). Bayi yang terlahir prematur memang memiliki banyak risiko kesehatan lantaran tidak berkembang dengan normal di dalam rahim dan harus menyesuaikan hidup di luar rahim lebih cepat.

Beberapa bayi prematur tidak bisa bertahan lama karena kesulitan adaptasi, terlahir terlalu dini, atau adanya komplikasi bawaan yang membahayakan nyawa. Dikutip dari Very Well Family, para dokter sepakat usia kelangsungan hidup bagi bayi prematur untuk bisa selamat dan kuat seperti Salmafina adalah berada dalam usia 24 minggu.

Ada beberapa faktor yang berperan mengapa bayi bisa selamat dari kelahiran prematur, termasuk bobot sang bayi saat dilahirkan. Semakin rendah bobotnya, usia kelangsungan hidup akan semakin rendah pula dan meningkatnya risiko cacat dan masalah kesehatan.


Dan telah banyak diketahui bahwa bayi perempuan secara umum lebih mungkin bisa selamat saat terlahir prematur. Dengan berbagai risiko dan kemungkinan yang dihadapi, maka bayi prematur yang bisa selamat hidup dan kuat bahkan hingga bertumbuh besar tanpa masalah kesehatan dikatakan keajaiban.

Sebuah yayasan bernama Quint Boenker Preemie Survival Foundation and the March of Dimes menyebutkan persentasi survival bayi prematur sesuai lama kelahirannya antara lain:

23 minggu 17 persen
24 minggu 39 persen
25 minggu 50 persen
26 minggu 80 persen
27 minggu 90 persen
28 - 31 minggu 90 - 95 persen
32 - 33 minggu 95 persen
34+ minggu Hampir sama kuatnya dengan bayi yang lahir normal

"Bayi yang terlahir lebih dini harus menghadapi risiko ketidakmampuan belajar dan masalah lainnya, namun apa spesifiknya dari masalah ini sangat bergantung pada beberapa faktor seperti bobot lahir dan ada atau tidaknya kekurangan oksigen sebelum lahir," tulis situs tersebut.



Simak Video "Explorer Labuan Bajo: Bakti Insan Kedokteran Gigi di Timur Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)
News Feed