Jumat, 12 Jul 2019 15:16 WIB

Orang Tua Asli Bayi Tabung yang Tertukar Mengaku Sangat Hancur

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Bayi tabung ini tertukar diduga karena malpraktik dan kelalaian klinik. Foto: thinkstock Bayi tabung ini tertukar diduga karena malpraktik dan kelalaian klinik. Foto: thinkstock
Jakarta - Baru-baru ini di California heboh soal bayi tabung yang tertukar, di mana seorang pasutri ras Asia melahirkan dua bayi laki-laki yang berbeda ras. Kini, orang tua asli dari bayi tersebut telah ditemukan dan mengaku hati mereka sangat hancur.

"(Saat aku tahu) mendadak otakku berpikir: aku tidak berkesempatan terikat dengan bayiku, aku tidak sempat membawanya (di dalam rahim), aku tidak sempat menggendongnya, aku tidak sempat merasakan ia berada di dalam tubuhku. Aku tak berada di sana saat ia lahir. Momen-momen pertama itu sangatlah berharga," tutur Anni Manukyan, sang istri, dikutip dari Daily Mail.

Kasus ini diduga disebabkan oleh malpraktik dan kelalaian yang dilakukan pihak klinik fertilitas. Ia dan sang suami, Ashot, adalah pasangan berdarah Armenia-Amerika yang tahun lalu memberikan dua embrio di klinik tersebut, namun tidak menghasilkan kehamilan.


Berbulan-bulan setelahnya, mereka malah mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan. Yakni bahwa embrio mereka berhasil berkembang menjadi janin laki-laki yang dilahirkan oleh pasangan lainnya dari klinik yang sama.

Pasangan tersebut berdarah Korea-Amerika yang juga terkejut saat melahirkan dua anak laki-laki yang berbeda ras. Bahkan usai tes DNA dilakukan, diketahui keduanya tidak terikat darah satu sama lain, yang berarti ia berasal dari embrio pasangan lainnya juga.

Anni dan Ashot lalu menyadari bahwa embrio yang mereka dapatkan bulan lalu bukanlah embrio miliki mereka pula. Mereka juga khawatir bahwa satu lagi embrio milik mereka berada di pasangan lain dan telah dilahirkan.

Kini usai mendapatkan berita buruk tersebut, mereka juga harus menghadapi 'pertarungan' hukum yang panjang dan merogoh biaya banyak untuk mengambil hak asuh anak mereka. Anni dan Ashot sempat bersedih karena tidak diperbolehkan mencari tahu apapun tentang sang anak atau orang tua yang merawat mereka.


Rasa cemas itu membuat Anni bahkan harus dirawat di rumah sakit karena terserang penyakit terkait stres. Namun akhirnya, hakim mengetuk palu dan memberikan hak asuh Alec, nama sang anak, kepada ia dan suaminya.

Mereka akhirnya diperbolehkan berjumpa dengan sang anak di lobi hotel. Walau hal itu sangat mematahkan hatinya, namun ia berbahagia kini dapat hidup bersama sang buah hati dan sangat berterima kasih dan bersyukur pada pasangan yang merawatnya, yang juga menjadi sesama korban.

"Klinik tersebut membuat tiga keluarga menderita, dan hidup kami tidak akan pernah sama lagi. Kami sudah berjuang untuk mendapatkan anak laki-laki kami kembali, dan kini kami akan berjuang untuk memastikan hal ini tidak akan pernah terjadi lagi," kata Ashot.

Anni mengaku, walau kini ia sudah kembali bersama sang anak, ia takkan pernah menjadi orang yang sama lagi. Ia menyebut punya masalah kepercayaan dan membangun 'benteng' emosional karena ia juga belum siap bahwa apakah masih ada anaknya lagi di luar sana.

"Aku orang yang kuat namun aku tersakiti oleh pengalaman ini dengan cara disakiti tiap harinya. Aku berharap tak ada lagi orang yang mengalami apa yang keluargaku telah alami. Aku hanya berdoa pada Tuhan bahwa aku tak punya anak laki-laki atau perempuan lain di luar sana," tandasnya.



Simak Video "Kata Dokter Soal Pria Sulit Lakukan 'Chair Challenge' yang Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)