Jumat, 12 Jul 2019 17:30 WIB

Jemaah Haji Wanita Gunakan Obat Hormon untuk Tunda Menstruasi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Siklus menstruasi bisa diatur dengan rekayasa hormon (Foto: iStock) Siklus menstruasi bisa diatur dengan rekayasa hormon (Foto: iStock)
Jakarta - Salah satu kekhawatiran bagi muslimah saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci adalah masalah menstruasi. Sebab dalam Islam, wanita yang sedang haid sementara tidak boleh melakukan beberapa hal yang dianggap suci sehingga ketika haid saat haji bisa jadi rangkaian ibadah tidak terlengkapi secara utuh.

Meski demikian, problem menstruasi saat haji bisa dikendalikan dengan mengonsumsi obat-obatan hormon tertentu dengan tujuan mengatur siklus menstruasi agar bisa disesuaikan dengan waktu ibadah.

"Jadi pada jamaah wanita yang usia reproduksi yang berusaha untuk mengatur siklus haidnya agar pada waktu ibadah wajib itu tidak mengalami menstruasi, jamaah bisa mengaturnya dengan memajukan atau memundurkan siklus haidnya," ujar dr Mona, SpOG, spesialis kebidanan dari Tim Preventif 2019 Kementerian Kesehatan, dikutip dari rilis yang diterima detikHealth, Jumat (11/7/2019).



Meski penggunaan obat hormon ini masih diperbolehkan, tapi pemakaiannya harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Sebab ada pemakaian obat tertentu memiliki efek samping seperti sakit kepala dan mual.

"Untuk kapan digunakan obat itu, kapan dia pakai itu, sudah harus dikonsultasikan sama dokter yang bertugas untuk memantau kapan waktu haidnya. Jadi pada waktu wukuf nanti sudah diprediksi, oh saya tidak akan haid pada waktu nanti," terang Mona.



Simak Video "NGOBS KUY! Ciri-ciri Cewek PMS"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
News Feed